Psikolog: Keluarga Korban Lion Air JT 610 Butuh Sekali Teman

Kesedihan keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 saat menunggu hasil idenfikasi korban di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, 30 Oktober 2018. Badan SAR Nasional memprediksi para korban masih berada di dalam pesawat Lion Air Lion Air JT 610 tujuan Jakarta - Pangkal Pinang. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta -Psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), Wiene Dewi, mengatakan kerabat atau keluarga dari korban penumpang Lion Air JT 610 saat ini hanya membutuhkan teman untuk menghadapi musibah kecelakaan pesawat tersebut.

Para kerabat korban jatuhnya Lion Air JT 610, kata Wiene, saat ini hanya membutuhkan seseorang yang dapat mendengarkan curahan hati dan ceritanya.

Baca : Ini Tiga Crisis Center Lion Air Jatuh yang Buka 24 Jam di 3 Lokasi

"Soalnya nanti mereka akan lebih merasa kehilangan setelah ada serah terima (jenazah)," kata Wiene di hotel Ibis, Cawang, Jakarta, Rabu 31 Oktober 2018.

Karyawan PT Timah Tbk meletakkan bunga di meja kerja rekannya yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 sebagai bentuk penghormatan, di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu, 31 Oktober 2018. Empat karyawan PT Timah Tbk turut menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air. ANTARA/Ananta Kala

Wiene mengatakan psikolog dari Himpsi akan terus melakukan pendampingan pada keluarga korban setelah serah terima jenazah dilakukan. Menurut dia, pihaknya tak akan melakukan intervensi apapun dalam menangani pendampingan psikologis tersebut.

"Kami tidak intervensi apakah kerabat korban ini harus diberi konseling, terapi, dan semacamnya. Setiap orang punya cara berbeda dalam menghadapi masalah," tuturnya.

Wiene menuturkan saat ini telah ada dua perkumpulan psikolog, yaitu dari kepolisian dan Himpsi, untuk menangani pendampingan psikologis kerabat korban Lion Air JT 610. Ia juga mengatakan hingga saat ini Himpsi telah memiliki tiga Crisis Center di Bandara Halim Perdanakusuma, hotel Ibis Cawang, dan Rumah Sakit Polri Kramatjati.

Simak juga :
3 Alasan Target Penyelesaian Skybridge Tanah Abang Meleset 2 Kali

"Yang kami lakukan benar-benar pendampingan, jadi misalnya ada yang menangis, ada yang pengen curhat, selalu kami dengarkan. Baru kami lihat jika ada yang butuh tindakan lanjutan kami sediakan ruangan khusus," ujarnya.

Seorang kerabat memegangi foto salah seorang pramugari pesawat Lion Air JT 610, Alfiani Hidayatul Solikah di rumahnya Desa Mojorejo, Madiun, Jawa Timur, Selasa, 30 Oktober 2018. Alfiani merupakan salah seorang pramugari yang ikut dalam penerbangan yang mengalami kecelakaan di perairan Karawang Jawa Barat. ANTARA/Siswowidodo

Pesawat Lion Air JT 610 yang mengangkut 189 penumpang beserta kru penerbangan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin 29 Oktober 2018. Pesawat dengan rute bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang ini hilang kontak dengan menara pengawas sekitar pukul 06.30 WIB.






ACT Selewengkan Rp68 Miliar Dana Bantuan Boeing untuk Korban Lion Air JT610, Ini Rinciannya

54 hari lalu

ACT Selewengkan Rp68 Miliar Dana Bantuan Boeing untuk Korban Lion Air JT610, Ini Rinciannya

Perjanjian dengan Koperasi Syariah 212 itu adalah upaya ACT untuk mengalihkan dana sumbangan dari Boeing di luar peruntukkannya.


ACT Kelola Rp 1,7 Triliun Dana Masyarakat, PPATK: Lebih dari 50 Persen Mengalir ke Yayasan Pribadi

54 hari lalu

ACT Kelola Rp 1,7 Triliun Dana Masyarakat, PPATK: Lebih dari 50 Persen Mengalir ke Yayasan Pribadi

PPATK menyatakan lebih dari 50 persen dana yang dikelola ACT diselewengkan. Mengalir ke yayasan pribadi milik para petingginya.


PPATK Temukan 176 Yayasan Filantropi Mirip ACT yang Selewengkan Uang Sumbangan

54 hari lalu

PPATK Temukan 176 Yayasan Filantropi Mirip ACT yang Selewengkan Uang Sumbangan

PPATK menduga 176 yayasan filantropi melakukan penyelewengan dana seperti ACT.


Eks Presiden ACT: Saya Siap Berkorban atau Dikorbankan

12 Juli 2022

Eks Presiden ACT: Saya Siap Berkorban atau Dikorbankan

Mantan presiden ACT, Ahyudin, diperiksa Bareskrim Polri sebagai saksi dalam kasus dugaan penyelewengan dana


Presiden ACT Tak Banyak Bicara usai 8 Jam Diperiksa Bareskrim

12 Juli 2022

Presiden ACT Tak Banyak Bicara usai 8 Jam Diperiksa Bareskrim

Penyidik Bareskrim Mabes Polri akan memeriksa lagi Presiden ACT, Ibnu Khajar, besok


ACT Diduga Selewengkan Rp 138 Miliar Dana Korban Kecelakaan Pesawat Lion Air

9 Juli 2022

ACT Diduga Selewengkan Rp 138 Miliar Dana Korban Kecelakaan Pesawat Lion Air

ACT tidak memberitahukan realisasi jumlah dana sosial/CSR yang diterimanya dari pihak Boeing kepada ahli waris korban, termasuk nilai.


Downfall: The Case Against Boeing, Menguak Tragedi Jatuhnya Pesawat Lion Air

22 Februari 2022

Downfall: The Case Against Boeing, Menguak Tragedi Jatuhnya Pesawat Lion Air

Downfall: The Case Against Boeing, film dokumenter yang mengungkap hasil investigasi di balik kecelakaan pesawat Lion Air dan Ethiopian Airlines.


Alasan Boeing Sepakat Bayar Kompensasi 3,4 T ke Investor akibat Lion Air Jatuh

7 November 2021

Alasan Boeing Sepakat Bayar Kompensasi 3,4 T ke Investor akibat Lion Air Jatuh

Boeing menjelaskan kesepakatan terakhir yang dicapai perusahaan usai insiden jatuhnya pesawat Lion Air dan Ethiopian Airline pada 2018 dan 2019 silam.


AS Buka Dana Kompensasi Rp7,2 Triliun untuk Korban Dua Kecelakaan Boeing

23 Juni 2021

AS Buka Dana Kompensasi Rp7,2 Triliun untuk Korban Dua Kecelakaan Boeing

AS membuka US$500 juta dana kompensasi untuk kerabat dari 346 korban tewas dalam kecelakaan Boeing 737 MAX Lion Air dan Ethiopian Airlines.


Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

3 Februari 2021

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

Pengacara keluarga korban Lion Air JT 610 meminta ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 tidak meneken dokumen release and discharge atau R&D.