Minggu, 18 November 2018

Kotak Hitam Lion Air JT 610, Basarnas: Ping Locater Berbunyi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim evakuasi gabungan dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) melakukan rapat sebelum pencarian korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di kawasan Perairan Karawang, Jawa Barat, Rabu, 31 Oktober 2018. BPPT telah menurunkan alat ping locator untuk menyusuri keberadaan black box Lion Air JT610. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Tim evakuasi gabungan dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) melakukan rapat sebelum pencarian korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di kawasan Perairan Karawang, Jawa Barat, Rabu, 31 Oktober 2018. BPPT telah menurunkan alat ping locator untuk menyusuri keberadaan black box Lion Air JT610. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan SAR Nasional atau Basarnas, Muhamad Syaugi mengatakan, pencarian black box atau kotak hitam dari pesawat Lion Air JT 610 yang hilang sejak Senin lalu, hari ini Rabu 31 Oktober 2018, menemukan petunjuk baru.

    Satu dari empat kapal berteknologi pemindai objek bawah laut, menemukan bagian-bagian pesawat Lion Air JT 610. Namun, dia berujar belum melihat bagian besar karena sudah sore. Selain itu, dia mengatakan, kapal tersebut juga menemukan lokasi ping locater.

    Baca : Cerita Penyelam Basarnas Aduk Lumpur Laut Cari Korban Lion Air JT 610

    "Jadi di black box itu ada ping yang bisa berbunyi, kita berdua (dengan Marsekal Hadi Tjahjanto) mendengarkan suara tit, tit, tit, suara terdengar," kata Syaugi di Tanjung Priok, Rabu malam, 31 Oktober 2018.

    Begitu suara terdengar, lanjut Syaugi, tim penyelam diterjunkan. Namun, arus bawah laut disebut cukup deras yang menyulitkan pencarian. Arus itu, ujar dia, bahkan membawa alat Remotely Operated Vehicle.

    Syaugi juga menyampaikan kendala lain. Dia mengatakan, daerah tersebut dipenuhi banyak pipa milik Pertamina. Untuk itu, dia telah meminta izin ke Pertamina untuk menurunkan jangkar di sana.

    "Setelah kita kembali tadi, kapal turunkan jangkar sehingga bisa menyelam dengan tenang," katanya.

    Simak pula :
    Kapal Baruna Jaya I Temukan Indikasi Kotak Hitam Lion Air

    Syaugi mengatakan, tim akan bekerja 24 jam di lokasi itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Penyelaman di malam hari disebut memungkinkan. "Namun keselamatan nomor satu," kata dia.

    Lion Air JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu hilang kontak pada pukul 06.32 WIB, atau sekitar 12 menit setelah take off dari Bandara Internasional Soekarno - Hatta. Pesawat dengan registrasi PK-LQP itu dipimpin oleh pilot Kapten Bhavye Suneja dan kopilot Harvino, serta lima awak kabin. Mereka membawa 181 penumpang menuju Pangkal Pinang, Bangka Belitung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.