Kata Perusahaan Soal Kisruh Nasib Karyawan Korban Lion Air JT 610

Petugas Basarnas menunjukkan identitas salah seorang korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 saat evakuasi ke kapal KN SAR Jakarta Basudewa di perairan Karawang, Jawa Barat, Selasa, 30 Oktober 2018. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Bogor -Perusahaan tempat Arif Yustian, PT.Sky Pacific Indonesia mengatakan Arif merupakan karyawannya yang berangkat pada hari terakhir dua hari sebelum pemberangkatan pesawat Lion Air JT 610 yang kemudian jatuh itu.

“Awalnya Arif memang tidak berangkat, tapi dia akhirnya berangkat karena menggantikan temannya yang membatalkan penerbangan,” kata Manager Research and Development PT. Sky Pacific Indonesia, Maman Darmanto kepada Tempo, Kamis 1 November 2018 terkait Lion Air JT 610 yang jatuh itu.

Baca : Sri Mulyani Peluk Kerabat Korban Lion Air JT 610, Psikolog: Amat Berarti

Maman mengatakan, awalnya perusahaan memberangkatkan tiga orang yakni Darwin Harianto, Rohmanir Pandi Sagala dan Krisma Wijaya.

“Tiket sudah dipegang hari Jumat, tapi saat Sabtu malam karyawan atas nama Krisma Wijaya membatalkan penerbangan,” lanjut Maman.

Mengingat salah seorang karyawannya membatalkan, pihak perusahaan segera mencari penggantinya yakni Arif Yustian.

“Arif kami belikan tiket hari Sabtu, 27 Oktober 2018, tapi kami tidak membatalkan penerbangan Krisma,” kata Maman.

Maman menambahkan, pihaknya tidak mengetahui mengapa pihak Lion Air tidak menjadikan Arif Yustian sebagai daftar manifest penumpang Lion Air JT610.

“Tapi nama Krisma dan dua orang lainnya yang menjadi penumpang Lion Air masih terdaftar sebagai penumpang,” kata dia.

Diketahui sebelumnya, keluarga pasangan Sularso dan Yenti yang tinggal di Bojonggede, Kabupaten Bogor, merasa khawatir pasalnya anak sulungnya yang bernama Arif Yustian, 20 tahun yang menjadi salah satu penumpang pesawat nahas tersebut, tidak masuk dalam daftar manifest penumpang Lion Air JT610.

“Padahal tiket anak saya ada, jelas atas nama anak saya, take off dari Soekarno-Hatta Senin, 29 Oktober 2018 pukul 06.10 dan direncanakan tiba di Pangkal Pinang pukul 07.20 hari yang sama,” kata ibunda Arif, Yenti (30) kepada Tempo, Senin 29 Oktober 2018.

Simak juga :

Psikolog: Keluarga Korban Lion Air JT 610 Butuh Sekali Teman

Berdasarkan daftar manifest penumpang Lion Air JT610 yang diterima Tempo, membawa 188 penumpang. Dimana 181 merupakan penumpang dan 7 orang lainnya merupakan awak pesawat termasuk Pilot dan Co-Pilot.

Dalam manifest Lion Air JT 610 nama Arif Yustian tidak tertulis, namun Darwin Harianto, Rohmanir Pandi Sagala dan Krisma Wijaya masuk dalam manifest.






ACT Selewengkan Rp68 Miliar Dana Bantuan Boeing untuk Korban Lion Air JT610, Ini Rinciannya

4 Agustus 2022

ACT Selewengkan Rp68 Miliar Dana Bantuan Boeing untuk Korban Lion Air JT610, Ini Rinciannya

Perjanjian dengan Koperasi Syariah 212 itu adalah upaya ACT untuk mengalihkan dana sumbangan dari Boeing di luar peruntukkannya.


ACT Kelola Rp 1,7 Triliun Dana Masyarakat, PPATK: Lebih dari 50 Persen Mengalir ke Yayasan Pribadi

4 Agustus 2022

ACT Kelola Rp 1,7 Triliun Dana Masyarakat, PPATK: Lebih dari 50 Persen Mengalir ke Yayasan Pribadi

PPATK menyatakan lebih dari 50 persen dana yang dikelola ACT diselewengkan. Mengalir ke yayasan pribadi milik para petingginya.


PPATK Temukan 176 Yayasan Filantropi Mirip ACT yang Selewengkan Uang Sumbangan

4 Agustus 2022

PPATK Temukan 176 Yayasan Filantropi Mirip ACT yang Selewengkan Uang Sumbangan

PPATK menduga 176 yayasan filantropi melakukan penyelewengan dana seperti ACT.


Eks Presiden ACT: Saya Siap Berkorban atau Dikorbankan

12 Juli 2022

Eks Presiden ACT: Saya Siap Berkorban atau Dikorbankan

Mantan presiden ACT, Ahyudin, diperiksa Bareskrim Polri sebagai saksi dalam kasus dugaan penyelewengan dana


Presiden ACT Tak Banyak Bicara usai 8 Jam Diperiksa Bareskrim

12 Juli 2022

Presiden ACT Tak Banyak Bicara usai 8 Jam Diperiksa Bareskrim

Penyidik Bareskrim Mabes Polri akan memeriksa lagi Presiden ACT, Ibnu Khajar, besok


ACT Diduga Selewengkan Rp 138 Miliar Dana Korban Kecelakaan Pesawat Lion Air

9 Juli 2022

ACT Diduga Selewengkan Rp 138 Miliar Dana Korban Kecelakaan Pesawat Lion Air

ACT tidak memberitahukan realisasi jumlah dana sosial/CSR yang diterimanya dari pihak Boeing kepada ahli waris korban, termasuk nilai.


Downfall: The Case Against Boeing, Menguak Tragedi Jatuhnya Pesawat Lion Air

22 Februari 2022

Downfall: The Case Against Boeing, Menguak Tragedi Jatuhnya Pesawat Lion Air

Downfall: The Case Against Boeing, film dokumenter yang mengungkap hasil investigasi di balik kecelakaan pesawat Lion Air dan Ethiopian Airlines.


Alasan Boeing Sepakat Bayar Kompensasi 3,4 T ke Investor akibat Lion Air Jatuh

7 November 2021

Alasan Boeing Sepakat Bayar Kompensasi 3,4 T ke Investor akibat Lion Air Jatuh

Boeing menjelaskan kesepakatan terakhir yang dicapai perusahaan usai insiden jatuhnya pesawat Lion Air dan Ethiopian Airline pada 2018 dan 2019 silam.


AS Buka Dana Kompensasi Rp7,2 Triliun untuk Korban Dua Kecelakaan Boeing

23 Juni 2021

AS Buka Dana Kompensasi Rp7,2 Triliun untuk Korban Dua Kecelakaan Boeing

AS membuka US$500 juta dana kompensasi untuk kerabat dari 346 korban tewas dalam kecelakaan Boeing 737 MAX Lion Air dan Ethiopian Airlines.


Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

3 Februari 2021

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

Pengacara keluarga korban Lion Air JT 610 meminta ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 tidak meneken dokumen release and discharge atau R&D.