Altitude Disagree Bikin Lion Air Jatuh? Ini Jawab Mekanik Pesawat

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kokpit. Shutterstock

    Ilustrasi kokpit. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Satu kotak hitam atau Black Box milik pesawat Lion Air JT 610 telah ditemukan dan dievakuasi dari dasar laut di Tanjung Karawang, Kamis 1 November 2018. Penemuan berselang sehari setelah satu kapal di permukaan menangkap sinyal ping locater penanda lokasi black box tersebut.

    Baca:
    Evakuasi Lion Air, Lokasi Black Box Kedua Sudah Diketahui

    Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menduga black box yang telah ditemukan itu flight data recorder (FDR) yang biasa ada di bagian ekor pesawat. Satu black box lain yang merekam percakapan di kokpit atau cockpit voice recorder (CVR) belum berhasil ditemukan hingga Kamis malam meski sinyalnya diduga juga telah tertangkap.

    Kedua black box, kata Soerjanto, harus ditemukan untuk dapat menginvestigasi sebab jatuhnya pesawat. "Black box satunya masih kami usahakan untuk dicari," ujarnya.

    Baca:
    Ini Catatan Pilot Sebelum Lion Air Jatuh? Simak Penjelasannya

    Sebelumnya, Pesawat Lion Air dengan registrasi PK-LQP dilaporkan berstatus airspeed and altitude disagree ketika menerbangi rute Denpasar-Jakarta, Minggu malam 28 Oktober 2018. Ini adalah pesawat yang sama yang digunakan untuk menerbangi rute Jakarta-Pangkal Pinang keesokan harinya dan jatuh di Tanjung Karawang.

    Petugas menunjukkan kotak hitam atau black box pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 berada dalam kotak penyimpanan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. REUTERS/Beawiharta

    Baca:
    Pesawat Lion Air Altitude Disagree Sebelum Jatuh, Apa Artinya?

    Sumber Tempo, seorang mekanik pesawat komersial, menilai setiap kasus altitude disagree atau indikasi ketinggian terbang yang tidak akurat tergolong kritikal untuk pesawat. “Sangat berbahaya karena altitude sebagai alat ukur utama saat terbang dan related ke system yang lain di pesawatnya..,” tuturnya via aplikasi percakapan Whatsapp.

    Namun sumber ini mempertanyakan sebab pesawat jatuh ke laut. Dia menduga saat tahu indikator ketinggian terbang bermasalah, sang pilot minta RTB (return to base) ke Bandara Soekarno-Hatta. Tapi yang terjadi kemudian diduga pesawat jatuh di tengah cuaca yang menurut BMKG cerah.

    Baca:
    Black Box Lion Air Dievakuasi Diduga Bukan Suara di Kokpit

    “Sepertinya pilot nggak bisa mengendalikan lagi pesawat tersebut...mungkin panik atau ada problem lain yang related to abnormal altitude indikasi di cockpit,” katanya sambil menambahkan, “Harus baca CVR & FDR black box untuk kebenaran sebab ini,” katanya.

    Infografis: Percakapan 12 Menit Terakhir antara Pilot Lion Air JT - 610 dengan ATC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.