21 Pasar Tradisional Akan Direvitalisasi, Termasuk Pasar Minggu

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana transaksi pembelian seragam sekolah di Toko Empat Delapan yang melayani pembeli yang mengunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP), Pasar Minggu, Jakarta, 5 Juli 2017. TEMPO/Irsyan

    Suasana transaksi pembelian seragam sekolah di Toko Empat Delapan yang melayani pembeli yang mengunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP), Pasar Minggu, Jakarta, 5 Juli 2017. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Daerah Pasar Jaya akan merevitalisasi 21 pasar rakyat di Jakarta. Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, 21 pasar itu perlu diperbaiki dan memiliki potensial yang baik.

    Baca juga: Anies Resmikan Revitalisasi Pasar Kramat Jati Senilai Rp 26 M

    "21 pasar ini memang ada yang hak pakai sudah selesai jadi sekalian bikin perencanaan semuanya," kata Arief saat dihubungi, Jumat, 2 November 2018.

    Arief menuturkan terdapat 153 pasar tradisional di Ibu Kota. Sebelumnya, Pasar Jaya bakal merevitalisasi 35 pasar. Menurut dia, 15 pasar telah diresmikan dan sisanya menunggu proses lelang.

    Kini Pasar Jaya kembali berencana mengubah wajah 21 pasar tradisional. Rinciannya, yakni Pasar Minggu, Pasar Kebon Melati,  Pasar Lontar Jakarta Pusat,  Pasar Lontar Jakarta Utara, Pasar Jembatan Lima, Pasar Jembatan Besi, dan Pasar  Slipi.

    Kemudian Pasar Jelambar Polri, Pasar Radio Dalam, Pasar Mede, Pasar Pondok Labu, Pasar Karet Pedurenan, Pasar Mampang Prapatan, dan Pasar Kayu Putih. Arief melanjutkan, Pasar Rawamangun, Pasar Rawa Badak, Pasar Sindang, Pasar Jembatan Merah Blok A, Pasar Sunan Giri, Pasar Cipete Utara Blok A, dan Pasar Serdang.

    Simak juga: Pasar Jaya Akan Revitalisasi 35 Pasar Bersubsidi hingga 2018

    Menurut Arief, revitalisasi itu tak akan menghilangkan unsur tradisional pasar. "Karakteristik tradisionalnya tetap dijaga," ujar Arief.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.