Selasa, 20 November 2018

Anies Baswedan Tak Punya Target Penyelesaian Skybridge Tanah Abang

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, kembali dibuka untuk kendaraan, Selasa, 16 Oktober 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, kembali dibuka untuk kendaraan, Selasa, 16 Oktober 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memprioritaskan pembangunan jembatan multiguna atau skybridge Tanah Abang berjalan sesuai rencana. Dia tak menargetkan waktu penyelesaian agar pembangunan bisa digarap dengan baik.

    Baca: 
    Anies Baswedan Ingin Skybridge Tuntas Oktober, Pengembang Ngebut

    Anies lebih mementingkan pengaturan pedagang dan pejalan kaki ketimbang menentukan hari peresmian proyek tersebut. "Jadi buat saya itu lebih penting daripada soal harinya. Karena itulah yang nanti akan dirasakan masyarakat," kata Anies di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Sabtu, 3 November 2018.

    Penyelesaian skybridge molor dari rencana. Awalnya, peresmian direncanakan pada 15 Oktober 2018 lalu diundur menjadi 31 Oktober. Namun hingga kini, Perusahaan Daerah Sarana Jaya selaku penanggung jawab proyek belum mengumumkan waktu peresmian.

    Direktur Utama PD Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan mengatakan, per 31 Oktober 2018,  pembangunan jembatan multiguna itu baru mencapai 90 persen. Yoory telah meminta kontraktor untuk menyelesaikannya di pekan awal November.

    Baca: Proyek Sky Bridge Tanah Abang Rp 50 Miliar Dikebut

    Pengerjaan proyek ini berimbas pada penutupan Jalan Jatibaru Raya yang letaknya persis di bawah skybridge. Koordinator Sopir Angkutan Kota (angkot) Tanah Abang, Abdul Rosyid, berujar Jalan Jatibaru sempat dibuka pada 15 dan 16 Oktober 2018. Setelah itu, pemerintah DKI kembali menutup kembali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.