DVI Targetkan Identifikasi 24 Korban Lion Air JT 610 Hingga Besok

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 setibanya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Pada hari kelima evakuasi pesawat Lion Air JT 610, tim SAR gabungan mendapatkan total delapan kantong jenazah. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Petugas membawa kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 setibanya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Pada hari kelima evakuasi pesawat Lion Air JT 610, tim SAR gabungan mendapatkan total delapan kantong jenazah. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menargetkan proses identifikasi 24 kantong jenazah yang diterima sejak evakuasi pada Senin sebagai hari pertama pasca jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 dapat selesai Ahad besok, 4 November 2018.

    "Sebisa mungkin nanti malam analisis sudah selesai. Mudah-mudahan besok sore, (Ahad), yang 24 ini sudah selesai semua," kata Kepala Tim DVI Polri Komisaris Besar Polisi Lisda Cancer dalam konferensi pers di Rumah Sakit Polri Soekanto, Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu, 3 November 2018.

    Baca : Lion Air JT 610 Dicari, 4 Korban Teridentifikasi Sudah Diserahkan

    Menurut Kombes Lisda, DVI telah mendapatkan 189 data antemortem, 180 sampel DNA antemortem dan 289 sampel DNA postmortem terverifikasi yang dapat digunakan untuk mencocokkan identitas korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610.

    Untuk korban yang sidik jarinya masih jelas, identifikasi dilakukan dengan bantuan alat milik Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) yang dapat langsung terkoneksi dengan sidik jari yang terdata di sistem KTP elektronik

    "Kesulitannya banyak sidik jari yang sudah tidak bagus, atau sulit diambil sampelnya, karena kadar garam yang cukup tinggi di tubuh jenazah, jadi kita juga mengandalkan sampel postmortem," kata Lisda.

    Dokter forensik gigi tersebut menyebutkan proses identifikasi pada jenazah Chandra Kirana 29 tahun dan Monni (41) sangat terbantu dengan pencocokan data antemortem dan postmortem yang diberikan pihak keluarg korban.

    Identifikasi jenazah atas nama Chandra, laki-laki asal Sumatera Selatan, terkonfirmasi melalui sepatu warna putih yang ia pakai dan Monni, perempuan asal Jakarta Pusat, melalui tato bunga pada tubuhnya.

    Simak juga :
    Cerita Kepala Basarnas Soal Penyelam Gugur Saat Cari Lion Air JT 610

    Saat ini, Tim DVI Polri telah berhasil mengidentifikasi empat jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, yakni atas nama Chandra Kirana, laki-laki (29); Monni, perempuan (41); dan Hiskia Jorrey Saroinsong, laki-laki (23), dan Jannatun Shintya Dewi, perempuan, asal Jawa Timur.

    Hingga hari ini atau hari keenam evakuasi, RS Polri Soekanto, Kramat Jati telah menerima 73 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang Jawa Barat pada Senin pagi lalu, 29 Oktober 2018.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.