Jumat, 16 November 2018

Anies Baswedan di Kemah Santri, Cerita Saat Diejek karena OSIS

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama perwakilan pramuka santri saat penutupan kegiatan Perkemahan Pesantren Nasional Mapadi ke-II di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu, 3 November 2018. TEMPO/Lani Diana

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama perwakilan pramuka santri saat penutupan kegiatan Perkemahan Pesantren Nasional Mapadi ke-II di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu, 3 November 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta –  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menceritakan masa lalunya saat menjadi siswa kelas 1 Sekolah Menengah Atas (SMA) di Yogyakarta.

    Baca juga: Anies Baswedan Soal Cawagub: Biarkan Dibahas Bulat, Tidak Lonjong

    Anies Baswedan berujar dirinya dengan dua siswa lain kerap diejek karena meninggalkan kelas untuk menjalankan tugas sebagai anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

    "Kami bertiga paling banyak diejek. (Misalnya) kamu apa sih ninggalin jam pelajaran," kata Anies  Baswedan saat berbincang dengan santri di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu, 3 November 2018.

    Anies Baswedan menyebut aktif menjadi anggota OSIS sejak kelas 1 SMA. Pada tahun pertama, menjadi anggota OSIS bidang pengabdian masyarakat, dia sering disibukkan menginformasikan kabar duka.

    Karena itulah, Anies Baswedan beberapa kali izin tak mengikuti kelas. Dia banyak tertinggal materi pembelajaran. Alhasil, dia harus meminjam catatan kepada teman sekelas. Proses ini ternyata melatihnya menjadi pribadi yang mandiri dan persuasif.

    "Saya tidak mendapatkan jabatan penting di OSIS tapi menjalankan tugas penting. Sekarang saya merasakan manfaatnya," ujar Anies Baswedan dihadapan ratusan peserta.

    Simak juga: Anies Baswedan Tak Punya Target Penyelesaian Skybridge Tanah Abang

    Anies Baswedan hadir untuk menutup kegiatan Perkemahan Pesantren Nasional Mapadi Ke-II. Acara itu diikuti para santri dari 60 pondok pesantren di Indonesia. Anies Baswedan berkesempatan mengingat kembali masa mudanya. Memori ini diceritakan di depan ratusan santri hari ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.