Jumat, 16 November 2018

IDRT Investigasi Penyebab Penyelam yang Gugur Saat Cari Lion Air

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyelam bernama Syahrul Anto meninggal saat ikut dalam pencarian pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Jumat, 2 November 2018. Syahrul merupakan penyelam sipil dari Indonesia Diving Rescue Team (IDRT). Facebook.com/@Syachrul Anto

    Penyelam bernama Syahrul Anto meninggal saat ikut dalam pencarian pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Jumat, 2 November 2018. Syahrul merupakan penyelam sipil dari Indonesia Diving Rescue Team (IDRT). Facebook.com/@Syachrul Anto

     

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Diving Rescue Team (IDRT) bakal melakukan investigasi untuk menyelidiki penyebab anggotanya Syahrul Anto yang meninggal saat membantu proses pencarian korban dan serpihan pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Karawang, Jawa Barat, Jumat, 2 November 2018.

    Baca juga: Cerita Kepala Basarnas Soal Penyelam Gugur Cari Lion Air JT 610

    Leader IDRT Bayu Wardoyo mengatakan investigasi telah dilakukan bersama tim Badan SAR Nasional untuk mengetahui penyebab kematian anggotanya.

    "Informasi dugaan yang berkembang saat ini, tidak benar. Penyebab kematian tunggu hasil investigasi," kata Bayu saat ditemui di di Jakarta International Container Truck II, Jakarta Utara, Sabtu, 3 November 2018.

    Ia menuturkan Syahrul turun ke laut sekitar pukul 15.30 bersama satu orang anggota IDRT lainnya. Saat itu, IDRT menerjunkan empat orang termasuk Bayu untuk melakukan pencarian bagian tubuh jenazah korban.

    Simak juga: Penyelam Tewas Saat Pencarian Lion Air, Diduga Akibat Dekompresi

    Berdasarkan keterangan anggota yang menyelam bersamanya, Syahrul telah turun sampai di kedalaman 33,1 meter. Namun, saat semua anggota sudah naik ke kapal Victory yang ditumpangi tim IDRT, Syahrul tidak ada.

    Tim IDRT menyelam sekitar 20 menit untuk mencari jenazah korban pesawat Lion Air JT 610. "Syahrul justru ditemukan mengapung oleh petugas yang ada di Kapal Basudewa yang juga ikut melakukan pencarian milik Basarnas."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.