Selasa, 20 November 2018

Anies Baswedan Baru Menyadari Ada 2 Masalah Besar di Jakarta

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat sesi wawancara dan foto dengan TEMPO di kantornya, Balai Kota, Jakarta, 15 Oktober 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat sesi wawancara dan foto dengan TEMPO di kantornya, Balai Kota, Jakarta, 15 Oktober 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pekan lalu menghadiri pertemuan Urban 20 Mayors Summit atau U20 di Buenos Aires, Argentina. Di sana ia mengikuti sejumlah diskusi yang membahas masalah utama di kota-kota besar, termasuk Jakarta.

    Baca: Anies Baswedan Tak Punya Target Penyelesaian Skybridge Tanah Abang

    Menurut Anies, 80 persen aktivitas perekonomian berjalan di perkotaan. Begitu juga yang terlihat di Jakarta. Kegiatan yang masif ini menimbulkan dua masalah utama yaitu perubahan iklim dan ketimpangan sosial. "Kalau anda lihat, kegiatan perkotaan penyumbang polusi terbesar di perkotaan," kata Anies di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu, 3 November 2018.  

    Bersama perwakilan dari 20 negara peserta U20, Anies membicarakan permasalahan umum yang terjadi di negara masing-masing. Selain polusi, 20 negara sepakat ada persoalan integrasi sosial di perkotaan. Integrasi sosial berbicara soal ketimpangan, baik pekerjaan, pendidikan, maupun status sosial ekonomi.

    "Kita juga mengalami masalah lingkungan hidup besar sekali dan juga ada ketimpangan," ucap Anies.

    Baca: Pulang dari Argetina Ditanya Soal Cawagub, Ini Jawaban Anies

    Masalah itu, kata Anies Baswedan, dapat diselesaikan dengan kerja kolektif. Maksudnya adalah menjalankan satu program untuk diimplementasikan di kota-kota besar, termasuk Jakarta. Dia mencontohkan pembuatan listrik berbasis tenaga surya yang dikerjakan kolektif di pelbagai kota di Indonesia."Kalau dikerjakan sendiri-sendiri, maka biayanya mahal," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.