Minggu, 18 November 2018

Anies Baswedan Minta Warga DKI Punya 7 Dokumen Ini

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat sesi wawancara dan foto dengan TEMPO di kantornya, Balai Kota, Jakarta, 15 Oktober 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat sesi wawancara dan foto dengan TEMPO di kantornya, Balai Kota, Jakarta, 15 Oktober 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Rumah Susun Jati Rawasari, Jakarta Pusat, Ahad siang, 4 November 2018. Dalam kunjungan itu, Anies Basedan meluncurkan program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (Gisa).

    Baca juga: Anies Baswedan Baru Menyadari Ada 2 Masalah Besar di Jakarta

    "Program ini terkait dengan integrasi administrasi data kependudukan yang sedang kami jalankan," ujar Anies Baswedan dalam sambutannya, Ahad, 4 November 2018. 

    Menurut Anies Baswedan, jika masyarakat taat memiliki tujuh dokumen dalam administrasi, maka nama mereka akan tercatat di data Pemerintah DKI Jakarta. Sehingga, integrasi tujuh dokumen, yakni NIK, KTP, Kartu Keluarga, Akter Kelahiran, Kartu Identitas Anak, BPJS, KJP atau Kartu Lansia, dapat terlaksana. 

    Melalui pengintegrasian itu pula, Anies mengatakan Pemprov DKI akan memiliki pemetaan soal jumlah rumah dalam satu wilayah, Pajak Bumi dan Bangunan sudah terbayar atau belum, jumlah pajak kendaraan bermotor, dan data mengenai warga yang belum tercatat. 

    Tak kalah penting, Anies Baswedan mengatakan masyarakat jadi tidak perlu mengisi formulir yang sama berulang-ulang saat ke instansi pemerintahan. "Cukup dengan menyebutkan NIK, dia bisa mendapatkan pelayanan," ujar Anies Baswedan. 

    Melalui gerakan tertib administrasi ini, Anies Baswedan mengatakan pihaknya bisa membuat kebijakan dengan berdasarkan data yang akurat dan komprehensif.

    Kepala Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta Dhany Sukma mengatakan kegiatan Gisa merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 470 tahun 2017 tentang Gerakan untuk Meningkatkan Kesadaran terkait dengan pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan, pemutakhiran data kependudukan, dan pemanfaatan data kependudukan. 

    Baca juga: Di Monas, Anies Baswedan Dapat Gelar Kehormatan dan Golok

    Dhany menjelaskan, program Gubernur Anies Baswedan ini dimulai di DKI Jakarta dengan pemutakhiran KK di 25 Rumah Susun. Sejauh ini, kata Dhany, pemutakhiran sudah dilakukan kepada 15.464 KK, perekaman KTP-Elektronik sebanyak 4.666, akte kelahiran sebanyak 2.639.

    Juga KIA sebanyak 16.156, pencatatan perkawinan non-muslim sebanyak 2.229, dan an pencatatan perceraian non-muslim sebanyak 55. "Sebanyak 2 kader Gisa juga tersebar di tiap-tiap kelurahan dengan total 534 kader," ujar Dhany. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.