Tim SAR Tambah Masa Pencarian Lion Air, Ini yang Difokuskan

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Muhammad Syaugi saat konferensi pers di Posko Taktis JITC II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad, 4 November 2018. Tempo/Adam Prireza

    Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Muhammad Syaugi saat konferensi pers di Posko Taktis JITC II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad, 4 November 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Muhammad Syaugi mengatakan pencarian korban menjadi prioritas dalam masa perpanjangan operasi evakuasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

    Baca juga: Penyelam Angkat Dua Ban dan Lihat Badan Lion Air Ukuran Besar

    “Sampai tiga hari ke depan, kami maksimalkan itu,” kata Syaugi di Posko Taktis JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Ahad, 4 Oktober 2018.

    Prioritas kedua, ujar Syaugi, adalah menemukan Black Box Cockpit Voice Recorder (CVR). Syaugi menyebut CVR perlu ditemukan untuk menambah data yang dapat menguak penyebab pesawat itu jatuh. “Yang utama tetap adalah pencarian korban,” kata Syaugi.

    Pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP itu jatuh di perairan Tanjung Karawang, pada Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat jenis Boeing 737 Max8 itu hilang kontak pada pukul 06.32 WIB, atau sekitar 12 menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    Hari ini tepat tujuh hari operasi pencarian pesawat yang mengangkut 189 penumpang dan awak kabin itu. Berdasarkan hasil evaluasi dan saran dari tim di lapangan, kata Syaugi, pihaknya sepakat memperpanjang masa pencarian selama tiga hari ke depan.

    Baca juga: Meninggal Saat Cari Lion Air, IDRT: Syahrul Anto Penyelam Andal

    Sejak hari pertama beroperasi, tim SAR gabungan telah menemukan puing pesawat Lion Air JT 610 dalam jumlah yang banyak. Terbaru, Sabtu, 3 Oktober 2018 tim  menemukan dan mengangkat satu unit mesin turbin dan satu roda pesawat Lion Air.

    Hingga siang ini, tim SAR telah menyerahkan 105 kantong jenazah korban Lion Air jatuh ke Rumah Sakit Polri R Said Soekanto Kramat Jati, Jakarta Timur. Sampai Sabtu malam, sudah ada tujuh korban yang berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia (DVI Polri).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.