Jumat, 16 November 2018

Blusukan Masuk Pasar Becek di Tangerang, Ini Janji Jokowi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi melakukan blusukan ke Pasar Anyar, di Kota Tangerang, Banten, Ahad, 4 November 2018. Foto: Biro Pers Setpres.

    Presiden Jokowi melakukan blusukan ke Pasar Anyar, di Kota Tangerang, Banten, Ahad, 4 November 2018. Foto: Biro Pers Setpres.

    TEMPO.CO, Tangerang - Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi berjanji akan merevitalisasi Pasar Anyar Kota Tangerang pada tahun depan. Revitalisasi ini, kata Jokowi, demi pedagang dan pembeli nyaman bertransaksi jual beli.

    Baca: Blusukan ke Pasar Naik Kawasaki W175, Jokowi Beli Tahu Rp 5.000

    "Yang paling penting sekarang pasar harus rapi, harus tertata, tidak becek, dan tidak bau. Ada tempat parkirnya juga. Sehingga mereka bisa bersaing dengan supermarket,"kata Jokowi usai blusukan ke Pasar Anyar, Ahad, 4 November 2018.

    Dalam kunjungan ke pasar itu, Jokowi didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Jokowi juga sempat membeli tempe dan tahu serta sayuran.  

    Jokowi mengatakan sudah menyepakati soal biaya revitalisasi Pasar Anyar dengan Wali Kota Arief. Kalau biaya revitalisasi besar maka akan ditanggung bersama pusat dan daerah.

    Presiden Jokowi menyebut sebatang tempe Rp 5.000 dapat dipotong 15 saat blusukan ke Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Ahad, 4 November 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    "Pembagiannya pusat berapa daerah berapa, kalau anggarannya tidak besar mungkin pusat yang pegang, tapi kalau besar kita bagi," ujar Jokowi.

    Baca: Jadwal Diatur Sejak Subuh, Jokowi: Dikira Saya Mesin

    Jokowi mengatakan kedatangannya ke Kota Tangerang selain untuk peresmian Health City Summit 2018, juga untuk mengecek angka inflasi yang rendah di lapangan. Terbukti, harga sejumlah bahan pangan seperti tempe, tahu dan beras stabil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.