Jumat, 16 November 2018

Ayah Ikhlaskan Kepergian Jaksa Dodi, Korban Lion Air Jatuh

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Identitas lima jaksa dan pegawai Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung yang menjadi penumpang pesawat Lion Air JT-610 telah ditemukan oleh Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS). Foto/Kejaksaan Agung

    Identitas lima jaksa dan pegawai Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung yang menjadi penumpang pesawat Lion Air JT-610 telah ditemukan oleh Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS). Foto/Kejaksaan Agung

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Jenazah kepala seksi pidana khusus Kota Pangkal Pinang, Jaksa Dodi Junaedi, yang menjadi korban Lion Air jatuh telah diidentifikasi pada Ahad siang. Jaksa Dodi Junaedi adalah satu dari lima jaksa yang menjadi korban dalam peristiwa itu. 

    Baca: Jaksa Dodi Korban Lion Air JT 610 Pagi Ini Dimakamkan di Bintaro

    "Terima kasih untuk semua dukungannya terhadap keluarga saya, saya sekeluarga sudah mengikhlaskan bahwa semua ini sudah takdir Allah," kata Muhamad Sidik, ayah dari Dodi Junaedi dalam sambutan pengajiannya, Ahad 4 November 2018.

    Menurut Sidik, dirinya tidak melihat siapa yang salah dari kejadian ini, ia bersyukur bahwa jenazah anaknya sudah diketemukan, ia juga mengucapkan terima kasih untuk dukungan selama ini.

    "Saya juga minta maaf kalau anak saya mempunyai salah selama masa hidupnya, mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar besarnya," katanya.

    Sidik juga mengatakan bahwa dirinya sudah serah terima peti jenazah putranya. Alur penyerahan peti jenazah adalah dari tim Disaster Victim Identification (DVI) ke maskapai Lion Air kemudian baru diserahkan kepada pihak keluarga.

    "Karena anak saya masih dinas aktif jadi malam ini (Ahad malam) disemayamkan di Kejaksaan Agung, setelah itu di Kejaksaan Agung akan serah terima dari Jaksa Agung ke pihak keluarga," ujarnya.

    Setelah diserahkan dari Jaksa Agung, kata Sidik, keluarga akan mengadakan salat jenazah bagi Dodi Junaedi di masjid Al Tajriyah, untuk warga atau keluarga di lingkungan rumah.

    Baca: Lion Air Jatuh, Penumpang Ini Masih Ditunggu Keluarganya Pulang

    "Saya jam 08.00wib dari Kejaksaan Agung mudah- mudahan jam 09.00 wib sudah sampai masjid setelah itu dimakamkan. Bagi warga atau keluarga yang ingin menyalatkan bisa di masjid Al Tajriyah," katanya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.