Jumat, 16 November 2018

UI Juara 2 Nasional Kompetisi Hukum Humaniter Internasional

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampus UI Depok. dok/twitter.com/univ_indonesia/media KOMUNIKA ONLINE

    Kampus UI Depok. dok/twitter.com/univ_indonesia/media KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Jakarta - Universitas Indonesia (UI) Depok meraih juara II kompetisi Peradilan Semu Hukum Humaniter Internasional. Kompetisi antaruniversitas jurusan Fakultas Hukum itu diikuti oleh 26 universitas di Indonesia.

    Baca: Fakultas Teknik UI Bikin Pondok Belajar Iptek di RPTRA Seruni

    Kepala Delegasi Regional ICRC untuk Indonesia dan Timor-Leste Alexandre Faite mengatakan dua finalis dalam kompetisi ini adalah mahasiswa Fakultas Hukum dari Universitas Parahyangan Bandung dan UI.

    "Dari hasil penilaian yang kami lakukan ini Unpar menjadi juara pertama dan UI menjadi juara II dengan selisih nilai yang sangat tipis," kata Alexandre Faite melalui sambungan telepon, Senin 5 November 2018.

    Menurutnya, kompetisi ini bukan untuk mencari yang terbaik tetapi bagaimana mahasiswa yang mengambil jurusan hukum bisa memahami dan mengetahui apa itu Hukum Humaniter Internasional (HHI).

    Kompetisi ini penting untuk mendukung peran Indonesia yang kian signifikan di bidang hukum humaniter internasional. Di sini, para mahasiswa dapat mengasah kemampuan mereka dalam melakukan riset, membuat tulisan, dan melakukan advokasi hukum tentang berbagai dampak kemanusiaan dari konflik bersenjata atau situasi-situasi kekerasan lainnya.

    Faite percaya pengetahuan dan pelatihan terkait HHI menjadi alat yang bermanfaat untuk mengasah logika hukum para peserta yang suatu saat nanti mungkin dipanggil untuk menjadi pengambil keputusan dalam berbagai kapasitasnya.

    "Ketika itu terjadi, mereka dapat membawa Indonesia atau bahkan dunia ke arah yang lebih sejahtera, bermartabat dan berperikemanusiaan," tambahnya.

    Mahasiswa yang mengikuti kompetisi ini selain harus fasih berbahasa Inggris juga memiliki pengetahuan memadai tentang hukum internasional secara umum, namun secara khusus salah satu cabangnya yaitu HHI.

    HHI adalah hukum yang berlaku pada saat konflik bersenjata, sehingga sering pula disebut sebagai hukum perang atau hukum konflik bersenjata. Kompetisi ini menggunakan sebuah kasus imajiner yang disusun oleh tim penasihat hukum ICRC.

    Baca: Kampus Dilumat Gempa, Mahasiswa Palu Bisa 'Sit In' di UI Depok

    Dekan Fakultas Hukum Unpar Tristam Pascal Moeliono mengatakan tahun ini Unpar menjadi tuan rumah kompetisi hukum humaniter internasional yang dilakukan setiap tahun dan ini merupakan tahun ke-13. "Kegiatan kompetisi semacam kemenangan bukan segala-galanya, tetapi harus dipandang sebagai ajang kompetisi untuk menyebarkan pengetahuan tentang HHI," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.