Jumat, 16 November 2018

Cawagub DKI, PKS Berpeluang Ajukan Lebih dari 2 Nama

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta bertemu dengan pengurus DPD Gerindra DKI, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 5 November 2018. Kedua partai membahas calon wakil gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Lani Diana

    Perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta bertemu dengan pengurus DPD Gerindra DKI, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 5 November 2018. Kedua partai membahas calon wakil gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) DKI Jakarta berpeluang menambah calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta. Ketua DPW PKS DKI Syakir Purnomo mengatakan, perlu berkonsultasi terlebih dulu dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS tentang nama baru tersebut.

    Baca juga: Disepakati, Wagub DKI Pengganti Sandiaga Uno dari Kader PKS

    "PKS sudah menetapkan dua nama tapi apakah ditambah lagi dalam uji fit and proper test tetap ada. Kami buka peluang itu," kata Syakir di kantor DPD Gerindra DKI, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 5 November 2018.

    Sebelumnya, PKS telah mengusulkan dua nama cawagub Jakarta, yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Agung Yulianto. Setelah rapat dengan DPD Gerindra DKI hari ini, Syakir menyebut peluang bertambahnya nama calon wagub DKI terbuka lebar.

    Sebab, PKS dan Gerindra sepakat calon wagub DKI berasal dari kader PKS. Kesepakatan ini mengacu pada kesepakatan dua pimpinan partai bahwa kursi DKI 2 menjadi hak PKS. Hal itu mengingat calon presiden dan wakil presiden 2019-2024 yang didukung kedua partai berasal dari Gerindra.

    Menurut Syakir, dua partai juga sepakat membentuk sebuah badan yang bertugas menguji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon wagub DKI. Nantinya, hanya calon dari PKS yang berhak mengikuti fit and proper test.

    Syakir berjanji secepatnya mengumumkan nama setelah melaporkan kepada DPP PKS mengenai hasil pertemuan hari ini. DPW PKS DKI, tambah dia, bakal meminta arahan dari pimpinan partai.

    "Kami akan konsultasi sebaiknya nama-nama yang akan disampaikan dalam fit and proper test apakah hanya dua nama atau lebih," ucap Syakir.

    Baca juga: Kursi Wagub DKI Jadi Jatah PKS, Ini Kata Kandidatnya 

    PKS dan Gerindra belum juga menyodorkan nama cawagub DKI. Hingga kini, kursi DKI 2 kosong setelah Sandiaga Uno memutuskan mundur. Sandiaga Uno memilih mendampingi Prabowo dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2019.

    Senin sore, kedua partai merembukkan persoalan nama calon wagub Jakarta. Diskusi berjalan kurang dari satu jam. Rapat menghasilkan tiga kesepakatan, yakni tak saling sindir melalui media massa, komitmen memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dan membentuk badan penyelenggara fit and proper test cawagub DKI Jakarta.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.