Kamis, 15 November 2018

A Man Called Ahok: Ayah yang Ditentang, Ayah yang Menopang

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pendukung Ahok berkumpul di depan BalaiKota DKI Jakarta untuk melakukan aksi longmarch menuntut hakim untuk membebaskan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari hukuman penodaan agama yang menimpanya, 11 Mei 2017. TEMPO/Rizki Putra

    Ratusan pendukung Ahok berkumpul di depan BalaiKota DKI Jakarta untuk melakukan aksi longmarch menuntut hakim untuk membebaskan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari hukuman penodaan agama yang menimpanya, 11 Mei 2017. TEMPO/Rizki Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - A Man Called Ahok mengangkat sisi lain dari kehidupan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, 52 tahun. Film yang sudah menjalani press screening pada Senin, 5 November 2018, itu mengisahkan bagaimana kedermawanan sang ayah, Tjoeng Kiem Nam, mampu meredam watak keras Ahok di kampung halamannya di Gantung, Belitung Timur.

    Baca berita sebelumnya:
    Apa Kabar Ahok? Simak Kisahnya Jatuh Bangun Melawan 'Maling'

    Sepanjang film, kedermawanan Tjoeng kerap ditonjolkan. Pemilik CV Sinar Karya --usaha tambang timah—itu tak sungkan membantu warga Gantung yang datang ke rumahnya. Dalam menjalankan usaha, Tjoeng lebih memprioritaskan nasib karyawan, ketimbang mengejar profit.

    Kedermawanan itu diajarkan Kiem kepada anak-anaknya termasuk Ahok, sedari kecil. Beberapa adegan menunjukkan bagaimana Kiem menyampaikan nilai melalui perbuatan.

    Ahok terlihat sudah meniru Kiem sejak kecil. Contohnya, ketika Ahok membantu pasangan suami-isteri yang membutuhkan uang untuk biaya bersalin anaknya. Ahok sampai "memaksa" adiknya, Basuri Tjahaja Purnama alias Yuyu, mengeluarkan isi tabungan untuk tambahan menutup biaya bersalin.

    Film A Man Called Ahok. Istimewa

    Baca juga:
    Ahmad Dhani Minta Tuntutan Tak Lebih Berat Daripada Ahok

    Kedermawanan Tjoeng sekaligus sumber konflik. Sampai di masa tuanya, Kiem punya banyak utang. Ini juga akibat Tjoeng yang lebih banyak mengalah kepada perilaku pejabat yang digambarkan sebagai "Maling" dan mafia perizinan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.