Jumat, 16 November 2018

Alasan Basarnas Ajak Keluarga Korban ke Titik Jatuhnya Lion Air

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban kecelakaan melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 6 November 2018. Pesawat Lion Air JT 610 jatuh pada Senin, 29 Oktober 2018, di perairan Karawang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Keluarga korban kecelakaan melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 6 November 2018. Pesawat Lion Air JT 610 jatuh pada Senin, 29 Oktober 2018, di perairan Karawang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan disingkat Basarnas, Muhammad Syaugi mengatakan tujuannya mengajak kerabat korban ke lokasi jatuhnya Lion Air JT 610 memiliki kaitan dengan pertemuannya dengan keluarga korban, hari ini.

    "Agar keluarga korban itu tahu dan yakin apa yang sedang dikerjakan oleh tim SAR gabungan," kata Syaugi di dermaga Komando Lintas Laut Militer, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 6 November 2018.

    Baca : Basarnas: Kelanjutan Evakuasi Korban Jatuhnya Lion Air Diputuskan Besok

    Syaugi juga mengatakan kunjungan ke lokasi jatuhnya Lion Air JT 610 itu sekaligus untuk mendoakan arwah para korban dan menaburkan bunga. "Mudah-mudahan doa itu dikabulkan oleh Allah SWT," ujar dia.

    Syaugi mengatakan dirinya telah berbicara dengan satu per satu kerabat korban saat berada di KRI Banjarmasin 592 yang ia tumpangi ke lokasi bersama 264 korban lainnya.

    Menurut Syaugi, para kerabat korban semuanya telah mengikhlaskan musibah tersebut. Hanya saja, kata dia, para kerabat hanya ingin proses identifikasi cepat dilakukan.

    Simak pula :
    Bursa Calon Wagub DKI, Kandidat dari PKS Ini Legowo Jika Dicoret

    "Itu urusannya tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri yang ada prosedurnya," tutur Syaugi soal identifikasi jasad korban Lion Air JT 610 yang jatuh Senin pagi pekan lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.