Jumat, 16 November 2018

Alasan Pemerintah DKI Tambah Dana Hibah Rp 403 Miliar untuk Bekasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai melaksanakan pertemuan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 22 Oktober 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai melaksanakan pertemuan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 22 Oktober 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI akhirnya menambah dana sukarela alias dana hibah kemitraan untuk Pemerintah Kota Bekasi sebesar Rp 403 miliar.

    Baca: Bekasi Minta Dana Hibah Rp 582,9 Miliar, Ini Respons DPRD DKI

    Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta Premi Lasari menyatakan, biaya itu diserahkan untuk melanjutkan pembangunan tahap dua jembatan layang (flyover) Simpang Rawapanjang dan Jalan Siliwangi Simpang Cipendawa-Bojong Menteng.

    "Kalau flyover ini tidak dilanjutkan pembangunannya dengan dana bantuan DKI, maka flyover itu berpotensi akan mangkrak," kata Premi di ruang rapat Komisi A DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 6 November 2018.

    Premi menuturkan, Pemerintah Kota Bekasi telah melengkapi proposal pengajuan dana bantuan keuangan dengan dokumen perencanaan. Pemerintah DKI memerlukan dokumen itu untuk melakukan kajian rekomendasi teknis.

    Menurut Premi, tim kajian yang terdiri dari Dinas Bina Marga DKI dan Bekasi telah menjalani kajian ke lapangan. Hasilnya, pembangunan dua jembatan layang di Bekasi perlu dilanjutkan. Sebab, 1.300 truk sampah DKI bolak-balik melintasi jembatan itu setiap hari menuju TPST Bantargebang.

    Sopir truk sampah DKI berkumpul di dekat Stadion Patriot usai truknya dihentikan Dishub Bekasi, Rabu 17 Oktober 2018. Tempo/Adi Warsono

    "Kalau flyover Cipendawa dan Rawapanjang ini tidak kita bangun bisa bayangin tidak macetnya seperti apa? Dampaknya truk sampah kita terhambat apa tidak?" tanya Premi.

    Pemerintah DKI menyetujui dana sukarela pembangunan jembatan layang Cipendawa Rp 286 miliar dan Rp 117 miliar untuk jembatan Rawapanjang.

    Pemerintah DKI telah menganggarkan Rp 15 miliar guna pembangunan saluran bawah tanah atau crossing Buaran. Dengan begitu, total dana sukarela yang disetujui Pemerintah DKI Rp 418 miliar untuk tiga proyek.

    Baca: Bekasi Usul Dana Hibah ke DKI Rp 582,9 Miliar, Ini Rinciannya

    Tambahan dana hibah untuk Bekasi ini akan dibahas dalam rapat Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Banggar DPRD) DKI untuk dialokasikan dalam APBD 2019. Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD DKI Syarif memastikan bakal merekomendasikan bantuan keuangan bersifat sukarela Rp 418 miliar ke Banggar. "Harapan kita cepat selesai jadi kita rekomendasikan," ucap Syarif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.