Jumat, 16 November 2018

Basarnas Perpanjang Masa Evakuasi Lion Air JT 610 Selama 3 Hari

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim DVI Polri, Basarnas, dan Palang Merah Indonesia (PMI) mengidentifikasi kantong jenazah yang tiba di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 5 November 2018. Sebanyak 17 kantong jenazah dibawa Basarnas dari perairan utara Karawang, lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Tim DVI Polri, Basarnas, dan Palang Merah Indonesia (PMI) mengidentifikasi kantong jenazah yang tiba di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 5 November 2018. Sebanyak 17 kantong jenazah dibawa Basarnas dari perairan utara Karawang, lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya Muhammad Syaugi memperpanjang proses evakuasi pesawat Lion Air JT 610 selama tiga hari. Meski demikian, Syaugi mengatakan perpanjangan ini hanya khusus untuk satuan Basarnas.

    Baca: Tim SAR Gabungan Temukan Turbin Kedua Lion Air JT 610

    "Selain tim Basarnas, potensi SAR seperti TNI-Polri, Pertamina, Bakamla, Bea Cukai, KPLP, Polair, dan relawan, kami ucapkan terimakasih dan penghargaan serta apresiasi yang tinggi," kata Syaugi di posko JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu 7 November 2018.

    Syaugi mengatakan perpanjangan masa evakuasi ini didasarkan pada rapat evaluasi yang telah dilaksanakan tim SAR gabungan di hari ke 10 pencarian.

    Ia juga berujar tren penemuan korban di lokasi evakuasi Lion Air JT 610 semakin menurun saat ini.

    Kepala Basarnas Marsdya M. Syaugi memberikan keterangan pers mengenai proses evakuasi dan pencarian Lion Air JT 610 registrasi pesawat PK-LQP kepada keluarga korban di Jakarta, Senin, 5 November 2018. TEMPO/Subekti

    "Mengingat tren penemuan korban ini semakin menurun, saya ingatkan lagi operasi perpanjangan ini khusus untuk Basarnas, kami tetap buka posko di sini," tuturnya.

    Baca: DVI: Identifikasi Korban Lion Air Berlanjut Meski Evakuasi Distop 

    Minggu depan, kata Syaugi, Basarnas akan mengevaluasi potensi SAR yang telah bekerja-sama untuk melihat kekurangan-kekurangan selama menjalani proses evakuasi korban pesawat Lion Air. Evaluasi ini, ujar dia, perlu dilakukan untuk melihat apa yang perlu ditingkatkan untuk kerja sama mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.