Jumat, 16 November 2018

Pecahan Kokpit Lion Air Akan Diangkat, Harapan Temukan Black Box

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR gabungan mengevakuasi turbin pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 3 November 2018.  Penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) berhasil menemukan turbin pesawat Lion Air JT610 yang kemudian diangkat dengan kapal Baruna Jaya. ANTARA

    Tim SAR gabungan mengevakuasi turbin pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 3 November 2018. Penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) berhasil menemukan turbin pesawat Lion Air JT610 yang kemudian diangkat dengan kapal Baruna Jaya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Penyelaman Bawah Air TNI AL berencana mengangkat bagian kokpit pesawat Lion Air JT 610, Rabu 7 November 2018. Hari ini tepat hari ke-10 pencarian dan evakuasi sedang satu black box pesawat yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin 29 Oktober 2018, lalu belum kunjung ditemukan.

    Baca:
    Tim SAR Gabungan Temukan Turbin Kedua Lion Air JT 610

    "Doakan saja dari balik serpihan kokpit yang rencananya pagi ini kami angkat ada ditemukan CVR (Cockpit Voice Recorder) karena sinyalnya hilang timbul dan sangat lemah," kata Komandan Satuan Kapal Amfibi Koarmada I Kolonel Laut Bambang Trijanto di Posko JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu 7 November 2018.

    Bambang mengatakan bagian kokpit pesawat JT 610 ditemukan di daerah penelusuran kapal Victory milik Pertamina yang ikut melaksanakan evakuasi. Kesulitannya, kata Bambang, bagian kokpit telah terendam lumpur bawah laut. "(Pencarian dilakukan) hingga pukul 17.00 setiap hari, malam menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV)," ujar dia.

    Keluarga korban melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 6 November 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Hari ini, tim SAR gabungan telah mengangkat turbin kedua Lion Air JT 610 dari dasar laut. Selain turbin, tim gabungan juga telah menemukan bagian pesawat lainnya seperti baterai independen, recorder, dan power supply.

    Baca juga:
    Basarnas Tambah Tiga Hari Masa Evakuasi Lion Air JT 610

    Untuk korban, tim gabungan hingga laporan ini ditulis telah mengevakuasi bagian-bagian tubuh sebanyak 186 kantong jenazah dan mengirimnya ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta. Dari jumlah itu, tim DVI Polri telah mengidentifikasi sebanyak 44 korban.

    Seperti diketahui Lion Air JT 610 jatuh dalam penerbangan dari Jakarta menuju Pangkal Pinang pada Senin 29 Oktober 2018. Berdasarkan manifes, pesawat jenis Boeing 737 Max8 tersebut mengangkut 181 penumpang dan tujuh orang kru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.