Jumat, 16 November 2018

Ayah Korban Lion Air yang Tak Masuk Manifes: Asal Ketemu Jasadnya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang tua salah seorang penumpang jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 atas nama Arif Yustian menunjukkan foto anaknya di rumahnya di kawasan Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2018. Arif Yustian diduga merupakan penumpang pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang. Namun namanya tidak masuk daftar manifes penumpang yang beredar. ANTARA F

    Orang tua salah seorang penumpang jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 atas nama Arif Yustian menunjukkan foto anaknya di rumahnya di kawasan Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2018. Arif Yustian diduga merupakan penumpang pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang. Namun namanya tidak masuk daftar manifes penumpang yang beredar. ANTARA F

    TEMPO.CO, Bogor - Ayah Arif Yustian atau Iyus, 20 tahun, korban Lion Air JT610, Sariyoso, mengaku hanya pasrah terkait dengan proses pengurusan klaim asuransi dari Jasa Raharja.

    “Kalau saya pasrah saja. Intinya anak saya ketemu aja jasadnya biar bisa dimakamkan secara layak di sini,” kata Sariyoso kepada Tempo, Selasa, 7 November 2018, terkait dengan putranya yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air pada Senin, 29 Oktober lalu, tersebut.

    Baca: Alasan Basarnas Ajak Keluarga Korban ke Titik Jatuhnya Lion Air

    Arif Yustian atau Iyus merupakan satu dari seratusan korban yang ikut menumpang pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang, yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat. Namun nama Iyus tidak terdaftar dalam data manifes penumpang pesawat yang terbang pada Senin, 29 Oktober lalu, pukul 06.10 tersebut.

    “Kemarin pagi saya sudah melengkapi dokumen-dokumen guna pengurusan asuransi, dan langsung ke crisis center di Hotel Ibis, didampingi rekan kerja Iyus di PT Sky Pacific Indonesia," ujar Sariyoso.

    Sariyoso mengaku tidak mengetahui sama sekali proses klaim asuransi. Pasalnya, seluruh proses dilakukan perusahaan tempat Iyus bekerja. “Saya hanya ikuti saja apa kata orang kantor Iyus,” ucapnya.

    Pramugari Lion Air mengikuti acara doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 6 November 2018. Kegiatan ini difasilitasi KRI Banda Aceh dan KRI Banjarmasin. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Manager Riset & Development PT Sky Pacific Indonesia Maman Darmanto menjelaskan, tidak tercatatnya Arif Yustian dalam manifes pesawat Lion Air JT 610, yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, merupakan murni kesalahan maskapai.

    "Awalnya perusahaan menugaskan Darwin Harianto, Rohmanir Pandi Sagala, dan Krisma Wijaya. Lalu, karena Krisma mengundurkan diri, kami pun membeli satu tiket lagi untuk Arif Yustian," tuturnya.

    Maman menerangkan, Darwin, Rohmanir, dan Krisma dibelikan tiket pada Kamis, 25 Oktober, sementara Iyus dibelikan tiket pesawat pada Sabtu, 27 Oktober, pukul 08.30.

    Simak pula:

    Penyebab Atiqah Hasiholan Kini Rutin Membesuk Ratna Sarumpaet di Rutan Polda Metro

    "Jumat siang Krisma menghadap ke saya dan menjelaskan bahwa ada permasalahan keluarga. Saya lalu menugaskan Iyus menggantikan Krisma untuk bersama tim melakukan penelitian lingkungan di wilayah Bangka-Belitung," katanya.

    Maman mengatakan, hingga saat ini, ia masih terus mengupayakan agar keluarga Arif Yustian mendapatkan asuransi dari maskapai Lion Air ataupun Jasa Raharja. “Kalau dari Lion Air sudah dapat kemarin Rp 5 juta. Dari PT Jasa Raharja belum, makanya akan kami perjuangkan. Ini merupakan hak keluarga Iyus,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.