Jumat, 16 November 2018

Kata Jack Lapian Soal Ahmad Dhani Ungkit Vonis Ahok di Pengadilan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa musisi Ahmad Dhani bertanya kepada salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus dugaan ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 2 Juli 2018. Sebelumnya, Dhani dilaporkan Jack Boyd Lapian atas tuduhan pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan dikenakan Pasal 28 ayat (2) <i>juncto</i> Pasal 45 ayat (2). TEMPO/Nurdiansah

    Terdakwa musisi Ahmad Dhani bertanya kepada salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus dugaan ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 2 Juli 2018. Sebelumnya, Dhani dilaporkan Jack Boyd Lapian atas tuduhan pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan dikenakan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Pendiri Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian menganggap lumrah permohonan Ahmad Dhani agar hukuman tidak lebih berat dari kasus penistaan agama yang menjerat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    Namun menurut Jack Lapian, kewenangan tetap berada di jaksa penuntut umum (JPU) dan majelis hakim. “Face the problem” ujar Jack kepada Tempo Rabu 7 November 2018.

    Baca :
    Kepada Ahmad
    Dhani, Pengacara Ahok: Jangan Banding-bandingkan
    Adik Ahok Buat Pernyataan Mengejutkan tentang Ahmad Dhani

    Menurut dia biarkan proses hukum berjalan secara alami. Masyarakat Indonesia dan luar negeri yang menilai isi tuntutan JPU dan isi vonis majelis Hakim. “Kami yakin isi tuntutan Kejaksaan (JPU) dan isi vonis majelis hakim akan profesional menvonis seadil-adilnya.”

    Sebelumnya ,musikus Ahmad Dhani meminta jaksa menuntutnya dengan hukuman yang tidak lebih berat daripada yang pernah diterima mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahmad Dhani, yang belakangan lebih aktif berpolitik, kini menjalani persidangan sebagai terdakwa penyebar ujaran kebencian.
     
    “Saya memohon kepada JPU supaya tuntutannya jangan lebih daripada Ahok,” ujar Ahmad Dhani dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 5 November 2018.
     
    Pernyataan Dhani mengundang gelak tawa sejumlah peserta sidang. Saat itu Hakim Ketua Ratmoho baru saja menyatakan persidangan telah selesai. Sidang, kata Ratmoho, akan kembali digelar pada Senin, 19 November 2018 dengan agenda penyampaian tuntutan dari JPU.
     
    Usai persidangan, Dhani menyampaikan alasan yang mendasari permohonannya itu. Menurut dia, kasus yang dialami Ahok saat itu jauh lebih berat daripada dirinya yang kini berstatus terdakwa ujaran kebencian terhadap Ahok.

    “Masa Ahok sudah bikin heboh se-Indonesia, saya dituntut lebih dari dia. Kan gak mungkin,” kata Ahmad Dhani.

    Simak juga :
    Ayah Korban Lion Air yang Namanya Tak Masuk Manifes: Asal Ketemu Jasadnya..

     
    Dalam persidangan Mei 2017, JPU menuntut Ahok dengan hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Jaksa menilai Ahok, sapaan Basuki, terbukti melakukan tindak pidana yang didakwakan yaitu penistaan agama.

    Sedang Ahmad Dhani dilaporkan dengan tuduhan ujaran kebencian terhadap Ahok oleh Jack Boyd Lapian, pendukung Ahok, pada 9 Maret 2017. Barang buktinya sejumlah cuitan di akun Twitter pribadi Ahmad Dhani.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.