Polisi Tembak Mati Montir di Ciracas, Tetangga Korban Tutup Mulut

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kontrakan tempat Ade Supardi, montir yang tewas ditembak mati polisi di Gang Mekar II, Jalan Asem Dewa, RT 14/ RW 9, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu, 7 November 2018. TEMPO/M Yusuf Manurung

    Kontrakan tempat Ade Supardi, montir yang tewas ditembak mati polisi di Gang Mekar II, Jalan Asem Dewa, RT 14/ RW 9, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu, 7 November 2018. TEMPO/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya masih menyelidiki insiden polisi tembak mati montir di Ciracas, Jakarta Timur. Diduga motif penembakan adalah dendam lama. Korban yang bernama Ade Supardi diketahui telah berteman lama dengan polisi yang menembaknya itu.

    Berita sebelumnya: Kalah Berkelahi, Polisi Tembak Mati Temannya di Ciracas

    Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono hingga saat ini belum bersedia menyebut identitas pelaku. Pejabat di Polres Jakarta Timur dan Polsek Ciracas juga tidak ada yang mau memberi keterangan.

    Menurut Argo, penembakan diawali dengan perkelahian. Korban dan pelaku sudah saling kenal karena pernah sekolah di SMA yang sama. Dalam perkelahian tersebut, kata Argo, pelaku terdesak dan melepaskan tembakan. Tembakan itu mengenai kepala Ade.

    Berdasarkan pemeriksaan, kata Argo, pelaku melepaskan tembakan untuk memberi peringatan. Pelaku mengaku tidak berniat menembak Ade.

    Tempo mendatangi lokasi kejadian di Gang Mekar II, Jalan Asem Dewa, RT 14/ RW 9, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu, 7 November 2018. Di tempat itu Ade Supardi tinggal di sebuah rumah petak. Dia menempati posisi paling pojok dari lima rumah kontrakan.

    Sebagian besar tetangga Ade menyatakan tidak tahu peristiwa penembakan itu. Mereka memilih bungkam. Surya, 63 tahun, tetangga yang tinggal persis di sebelah Ade mengatakan, baru belakangan tahu tetangganya tewas. “Saya sedang ke luar kota,” katanya.

    Menurut Surya, Ade baru sekitar tiga bulan tinggal di kontrakan itu. Ia tidak terlalu mengenal Ade karena pria itu sangat tertutup. Percakapan di antara mereka hanya terjadi jika berpapasan. Itu pun sekadar tegur sapa. "Orangnya gak banyak omong," katanya. “Yang saya tahu, dia bekerja sebagai montir.”

    Surya juga tidak kenal dengan pelaku yang disebut-sebut sebagai teman Ade. Sebab selama ini nyaris tidak ada teman korban yang datang menyambangi. Sesekali tamu yang datang adalah keluarga korban.

    Baca juga:

    15 Penjahat Jalanan Ditembak Mati, Semua Luka Tembak di Dada

    Saat ini tidak banyak yang tersisa di rumah kontrakan Ade. Barang-barang berharga milik pria yang tewas ditembak mati itu sudah dibawa oleh keluarganya."Katanya dibawa ke Bandung," kata Surya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.