Selasa, 20 November 2018

Sara Djojohadikusumo Sambangi Balai Kota, Bahas Calon Wagub DKI?

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Partai Gerindra Sara Djojohadikusumo di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 7 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Politikus Partai Gerindra Sara Djojohadikusumo di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 7 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama politikus Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau Sara Djojohadikusumo, pernah diisukan masuk dalam bursa calon wagub DKI menggantikan Sandiaga Uno. Namun isu itu sudah dibantah oleh pengurus Gerindra.

    Baca: Sara Djojohadikusumo Jadi Wagub DKI? Ini Profil Keponakan Prabowo

    Tanpa diduga, Sara tiba-tiba muncul di balai kota Jakarta pada Rabu siang, 7 November 2018. Kedatangannya mengundang perhatian wartawan. Sara langsung menuju ruang wakil gubernur yang ada di lantai 2. “Saya cuma ke ruang rapat (wagub) doang,” ujar Sara sambil tertawa, menjawab pertanyaan wartawan ihwal kunjungannya itu. 

    Menurut Sara, kedatangannya tidak berkaitan dengan masalah politik, apalagi dengan pemilihan calon wakil gubernur DKI. Ia tengah menjajaki kerja sama dengan pemerintah DKI Jakarta untuk mengatasi masalah perdagangan manusia. Kerja sama itu dilakukan lewat yayasan miliknya, Parinama Astha (Partha).

    Sara menegaskan, perlawanan terhadap perdagangan manusia sejalan dengan visi dan misi Gubernur Anies Baswedan. Bahkan Anies berencana membuka rumah aman (safety house) di tingkat kecamatan, bagi para korban. Yayasan Partha bersedia menjadi operator untuk rumah aman itu. 

    Sejauh ini, kata Sara, rencana kerja sama berjalan mulus. Ia berharap, tahun depan rencana ini bisa dijalankan dan rumah aman sudah bisa membantu korban perdagangan manusia. 

    Baca: Jadi Calon Wagub DKI? Sara Djojohadikusumo: Biar Ada Emak-Emak

    Ihwal calon wagub DKI pengganti Sandiaga, Sara dengan tegas menyatakan tak berminat. Ia bahkan tak memiliki ambisi untuk duduk di jajaran eksekutif. "Saya menyadari, saya siapa dan kemampuan saya masih jauh, masih harus banyak belajar," ujar Sara. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.