Kamis, 15 November 2018

Jokowi Minta MRT Sampai Ancol, MRT: Belum Ada Studinya

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, saat meninjau Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa, 6 November 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, saat meninjau Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa, 6 November 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Jakarta - Direktur Keuangan PT Mass Rapid Transportation (MRT) Jakarta Tuhiyat mengatakan permintaan Presiden Joko Widodo yang ingin jalur MRT diteruskan sampai Ancol, membutuhkan rangkaian tahapan yang tak sebentar. Sebab, jalur tersebut belum memiliki Feasibility Study (FS).

    Baca juga: Jokowi Jajal Kereta MRT dari Bundaran HI ke Lebak Bulus

    "Nggak bisa bangun tanpa FS. Itu persyaratan utama, menentukan trase harus FS dulu," ujar Tuhiyat saat ditemui di DPRD, Jakarta Pusat, Rabu, 7 November 2018. 

    Tuhiyat menjelaskan FS sangat penting untuk menentukan safety security sebuah trase, pemastian trase tidak berbenturan dengan jalur moda transportasi lain, pencocokan dengan Rencana Induk Perkeretaapian, dan yang paling penting FS bertujuan agar MRT dapat bersinergi dengan kendaraan umum lain sehingga tidak mengganggu apa lagi tumpang tindih. 

    Usai menjajal kereta MRT pada Selasa lalu, Presiden Jokowi meminta pembangun fase II jalur MRT tak hanya sampai Kampung Bandan, tetapi sampai Ancol. "Saya sampaikan ke Pak Gubernur dan Menteri Perhubungan, sudah saya minta dimulai. Tentu saja atas persetujuan DPRD DKI Jakarta," katanya.

    Rencana Jokowi itu terbilang cukup mendadak, sebab di fase kedua ini, rencana pembangunan hanya mencapai 8,6 kilometer dengan tujuh stasiun dan satu depo, yakni Stasiun Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota, dan Depo Kampung Bandan. Pembangunan itu ditargetkan rampung pada 2024.

    Jika rencana Jokowi ingin direalisasikan, maka perlu ada penambahan pembangunan jalur dari Kampung Bandan menuju Ancol sekitar 6 kilometer. Tuhiyat mengatakan, rencana penambahan panjang lintasan itu tak mungkin bisa dimasukan di Fase II.

    Sebab, Japan International Cooperation Agency (JICA) sudah menyetujui menggelontorkan dana Rp25 triliun untuk pembangunan Fase II dengan rancangan yang telah ada. "(Kalau Ancol dimasukan ke Fase II) JICA bisa cancel (kasih dana) loh," kata Tuhiyat. 

    Selain itu, pembangunan trase MRT menuju Ancol juga tak bisa dimasukan ke Fase III. Sebab, FS fase ketiga sudah dalam pembahasan dan rencananya Fase III akan difokuskan pada pembangunan jalur MRT Timur - Barat atau Ujung Menteng - Kembangan. 

    Baca juga: Coba MRT Jakarta ke Lebak Bulus, Jokowi: Tidak Terdengar

    Tuhiyat mengatakan pembangunan jalur MRT sampai Ancol bisa saja dilakukan dalam waktu dekat, tetapi tidak menggunakan sumber dana dari JICA. Sumber dana dari APBD bisa menjadi alternatif pembangunan jalur yang stasiunnya direncanakan berada di Ancol Timur atau Taman BMW itu

    "Atau pakai skema kerjasama antara pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam Penyediaan Infrastruktur, jadi swasta dan pemerintah yang bangun," ujar Tuhiyat. 

    Sedangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan permintaan Presiden Jokowiagar jalur MRT diperpanjang hingga Ancol merupakan usulan pihaknya. 

    Baca juga: Jokowi Minta MRT Sampai Ancol, Anies Baswedan: Itu Usulan Kami

    "Memang itu usulan dari kami, agar MRT bisa sampai ke timur, ke BMW dan Ancol," ujar Anies Baswedan di JCC, Jakarta, Rabu, 7 November 2018. "Yang dibicarakan presiden adalah hasil paparan kami," ujar Anies Baswedan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.