Selasa, 13 November 2018

Jalan Tol Gusur Puskesmas di Tangerang Akan Dilaporkan ke Jokowi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembangunan jalan tol. dok.TEMPO

    Ilustrasi pembangunan jalan tol. dok.TEMPO

    TEMPO.CO.Tangerang - Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menuntut penyediaan lahan untuk relokasi puskesmas korban proyek jalan Tol Kunciran-Bandara ke Gubernur Banten Wahidin Halim. Dua puskesmas dimaksud adalah Puskesmas pembantu di Cipete dan Puskesmas Benda.

    Baca juga:
    Warga Bambu Apus Keluhkan Banjir Imbas Jalan Tol Cinere-Serpong

    "Kami akan segera relokasi setelah tersedianya lahan agar pelayanan juga tidak terganggu, jadi mohon pemprov bisa membantu," kata Sachrudin, Kamis 8 November 2018.

    Sachrudin mengatakan saat ini pembangunan jalan tol ruas Cengkareng-Batuceper-Kunciran itu sudah mencapai 50 persen. Dia mengklaim proyek sesuai rencana di antaranya karena dukungan pembebasan lahan. "Sesuai jadwal semula yakni dimulai pada 2016 dan rampung 2020," kata Sachrudin.

    Gubernur Banten Wahidin Halim menerima secara terbuka keluhan tersebut. Dia lalu meminta setiap daerah menginventarisir hal-hal yang menjadi kendala dalam pengerjaan proyek strategis nasional yang berjalan di masing-masing daerah. Rencananya, dia akan membawanya untuk dilaporkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Baca juga: 
    Tol Serpong-Balaraja Seksi IA Ditargetkan Selesai Akhir 2018

    "Laporkan progresnya sudah sampai mana, hambatan apa yang dihadapi. Hari ini saya akan laporkan ke presiden sebagai bahan capaian yang sudah direalisasikan," kata Wahidin.

    Selain pembangunan jalan tol Kunciran-Bandara, proyek strategis nasional yang berjalan di wilayah Kota Tangerang diantaranya perluasan Bandara Soekarno-Hatta, jalur kereta bandara, serta proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang hingga kini belum berjalan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?