Selasa, 13 November 2018

Anies Akan Teruskan Proyek Tanggul Kali Sunter untuk Cegah Banjir

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja menyelesaikan perbaikan tanggul yang sempat jebol di Kali Sunter, Jakarta Utara, Senin 26 Januari 2015. Tanggul tinggi tersebut berfungsi untuk menahan air ketika banjir. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Sejumlah pekerja menyelesaikan perbaikan tanggul yang sempat jebol di Kali Sunter, Jakarta Utara, Senin 26 Januari 2015. Tanggul tinggi tersebut berfungsi untuk menahan air ketika banjir. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana meneruskan pembangunan tanggul Kali Sunter di RW 04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur demi mencegah banjir. Pembangunan tanggul itu, kata Anies, terhenti sejak 2014 lalu.

    "Jadi warga di sana minta agar pembangunan diteruskan, karena tanggul airnya besar maka luber dan ya kena warga," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 8 November 2018.

    Baca : Warga Bambu Apus Keluhkan Banjir Imbas Proyek Jalan Tol Serpong-Cinere

    Anies mengatakan sudah melakukan inspeksi ke lokasi tanggul Kali Sunter kemarin sore. Sebagai hasilnya, ia berencana membangun tanggul temporer dari batu beronjong sebagai pencegahan banjir sementara.

    "Kami akan lihat apakah bisa tahun ini (dianjutkan pembangunan) atau dipasang batu turap sementara. Bismillah mudah-mudahan (ga banjir lagi)," ujar Anies.

    Pada Februari 2017, wilayah Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, untuk pertama kalinya terendam banjir. Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan mengatakan penyebab utamanya karena tanggul Kali Sunter yang jebol. Tanggul itu berada di Villa Bukit Nusa Indah, Kota Bekasi.

    Simak pula : 
    AR Baswedan Pahlawan Nasional, Ini Cerita Anies Tentang Kakeknya

    Banjir tersebut kembali melanda pada Februari 2018, saat itu tercatat 165 kepala keluarga dengan total 465 warga yang mengungsi di masjid Universitas Borobudur. Teguh mengatakan saat itu pemerintah telah melakukan upaya preventif dengan membangun bronjong batu kali.

    Mantan Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana mengatakan tanggul Kali Sunter memang kurang panjang sekitar 2 kilometer. Akibat kurang panjangnya tanggul, setiap hujan deras dan debit air meninggi, wilayah Cipinang Melayu terendam banjir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?