Selasa, 13 November 2018

Genangan Banjir, Jakarta Pusat Tambah Pompa Air Kapasitas Tinggi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir Jakarta

    Banjir Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat mengantisipasi tiga titik rawan genangan banjir di wilayah Jakarta Pusat sepanjang musim penghujan dengan menggunakan pompa berkapasitas tinggi.

    "Untuk antisipasi, kami siagakan satu pompa "mobile" tambahan berkapasitas 400 liter per detik di masing-masing titik genangan," kata Kepala Seksi Pemeliharaan dan Perawatan Saluran Sudin SDA Jakarta Pusat, Boris Karlop Lumbangaol, di Jakarta, Kamis, 8 November 2018 terkait penanganan genangan banjir tersebut.

    Baca : Anies Akan Teruskan Proyek Tanggul Kali Sunter untuk Cegah Banjir

    Tiga titik genangan itu adalah di Jalan Cempaka Putih Barat XXVI, Jalan Industri I dan Bendungan Hilir Raya, tepatnya di depan Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Mintohardjo, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Boris mengatakan tiga titik rawan genangan banjir diketahui dari hasil evaluasi saat hujan lebat pekan lalu karena intensitas hujan berlangsung sekitar tujuh hingga sembilan jam.

    Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat menambahkan pompa mobile karena pompa yang tersedia masih belum mampu mengatasi curah hujan dengan intensitas tinggi. Antisipasi lain yang dilakukan yaitu di kawasan Bendungan Hilir sedang dibangun pintu air, khususnya dalam menghadapi musim penghujan.

    "Kami sudah usulkan langsung ke Gubernur Anies Baswedan agar Kali Krukut dikeruk karena itu masuk kewenangan kementerian," ucapnya.

    Sebelumnya, genangan juga terjadi di wilayah Jakpus lainnya, seperti di Underpass Gandhi School, Kemayoran.

    Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat melakukan peninjauan dan penyedotan genangan air yang mencapai satu meter di Underpass Gandhi School, Kemayoran, Jakpus pada pekan lalu.
    Simak juga :
    AR Baswedan Pahlawan Nasional, Ini Cerita Anies Tentang Kakeknya

    Tiga mobil penyedot dikerahkan dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) dan Sudin SDA Jakarta Pusat.

    Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara menambahkan genangan di kawasan tersebut terjadi akibat pompa air yang berada di underpass tidak berfungsi maksimal karena hanya satu pompa yang berfungsi dari tiga pompa yang ada. Namun, pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK) tahun 2019 akan mengganti tiga pompa penyedot di underpass tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?