Selasa, 13 November 2018

Kasus Cairan Vape Ekstasi, Polisi: 18 Tersangka Sudah Tertangkap

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian menghadirkan tersangka dan barang bukti dalam rilis pengungkapan sindikat narkotika jenis Liquid vape, di kompleks perumahan kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Kamis 8 November 2018. Dalam pengungkapan tersebut Subdit I Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengamankan 18 tersangka dengan sejumlah barang bukti yaitu tabung vape, peralatan laboratorium dan bahan baku pembuatan yang mengandung narkotika. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Petugas kepolisian menghadirkan tersangka dan barang bukti dalam rilis pengungkapan sindikat narkotika jenis Liquid vape, di kompleks perumahan kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Kamis 8 November 2018. Dalam pengungkapan tersebut Subdit I Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengamankan 18 tersangka dengan sejumlah barang bukti yaitu tabung vape, peralatan laboratorium dan bahan baku pembuatan yang mengandung narkotika. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta -Polisi kembali menangkap tersangka pengedar cairan vape atau rokok elektrik dengan kandungan metilendioksi-metamfetamina (MDMA) atau esktasi dengan pabrik yang bertempat di salah satu rumah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Totalnya, ada 18 tersangka yang sudah ditangkap dalam kasus vape narkoba ini.

    “Kami masih ada tersangka yang DPO, masih pengembangan jadi belum bisa disampaikan inisialnya,” kata Kasubdit Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Calvijn Simanjuntak di rumah yang beralamat di Jalan Janur Elok VII QH5, Kelapa Gading, Jakart Utara, pada Kamis, 8 November 2018.

    Baca : Awas, Ada Vape Mengandung Ekstasi Beredar di Medsos

    Calvijn mengatakan, 18 tersangka itu ditangkap di 12 tempat dan waktu yang berbeda. Polisi kemudian menentukan tiga tempat utama di mana para tersangka memproduksi liquid vape narkoba itu. Menurut Calvijn, ketiga lokasi tersebut disewa oleh tersangka berinisial BR.

    Tempat pertama adalah rumah di Jalan Janur Elok, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Rumah itu, kata Calvijn, berfungsi sebagai tempat memproses dan meracik liquid vape yang mengandung narkoba. Di rumah dua lantai itu terdapat laboratorium tempat meracik lengkap dengan alat-alat produksinya.

    Lokasi selanjutnya adalah salah satu kamar di Apartemen Paladian, Kelapa Gading, Jakarta Utara, tempat para tersangka memasukkan bahan liquid yang sudah diracik ke dalam botol-botol dengan ukuran yang berbeda.

    Terkahir adalah salah satu kamar di Apartemen Bassura City, Jatinegara, Jakarta Timur. Di situ adalah tempat para tersangka mengemas botol-botol tersebut sesuai pesanan pembeli ke dalam kotak kemasan.

    “TKP rumah sudah jadi tempat operasi selama 8 bulan, Apartemen Paladian sudah 4 bulan, dan Apartemen Bassura City sudah 3 bulan,” kata Calvijn lagi.

    Simak juga :
    Pesan Abadi Kakek AR Baswedan ke Anies: Jangan Ada Waktu Kosong!

    Adapun 18 tersangka itu berinisial ER, DIL, AG, AR, KIM, TY, TM, SEP, VIN, BUS, DAN, HAM, BR, VIK, DW, DIK, dan COK. Calvijn mengatakan bahwa TY, VIN, HAM, COK merupakan narapidana di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur.

    Temuan kasus ini merupakan pengembangan terhadap penangkapan tiga orang pengedar liquid vape berinisial TM, AT, dan ER oleh Polda Metro Jaya beberapa pekan lalu. Polisi akan menjerat seluruh tersangka dengan Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?