Selasa, 13 November 2018

Jakpro Rencanakan Kapasitas Stadion BMW seperti Stadion GBK

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akan Dibangun Stadion, Masih Ada Warga Tinggal di Taman BMW. TEMPO/Muhammad Nafi

    Akan Dibangun Stadion, Masih Ada Warga Tinggal di Taman BMW. TEMPO/Muhammad Nafi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jakarta Propertindo atau Jakpro telah siap membangun stadion di Taman Bersih Manusiawi dan Berwibawa (BMW) Jakarta Utara. Stadion ini nanti memiliki kapasitas penonton 60-80 ribu orang. "Hampir samalah dengan Stadion GBK (Gelora Bung Karno)," kata Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto di gedung DPRD Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

    Baca: Proyek Stadion Persija Molor Jika Tanpa Suntikan Modal, Nilainya?

    Stadion BMW berdiri di atas lahan seluas 275.534  meter per segi. Pembangunan dimulai tahun depan dan akan rampung pada 2021. Stadion BMW, kata Dwi, tak hanya diperuntukkan pertandingan sepak bola. "Bisa multisport," ujar dia.

    Jakpro, kata Dwi, sudah memiliki desain stadion BMW. Di sana nanti dibangun juga gedung multifungsi. Sehingga stadion dapat dipakai untuk kegiatan lain seperti eksibisi, acara kesenian, dan konser musik.

    Jakarta sebelumnya memiliki stadion di Lebak Bulus, Jakarta Selan. Tempat itu sekarang menjadi depo untuk kereta mass rapid transit (MRT). Sebagai gantinya, pemerintah akan membangun stadion di lahan BMW.  

    Baca: Menengok Taman BMW yang Akan Dibangun Stadion Persija

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjanjikan stadion baru itu saat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017. Bahkan April lalu, mantan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno sempat menyatakan akan memulai pembangunan stadion pada Oktober ini. Pemerintah DKI menunjuk Jakpro sebagai penanggung jawab proyek. Namun, hingga kini pembangunan stadion belum dimulai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?