Selasa, 13 November 2018

Ini Target Operasi Evakuasi Lion Air oleh Basarnas, KNKT, BPPT

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim DVI Polri, Basarnas, dan Palang Merah Indonesia (PMI) mengidentifikasi kantong jenazah yang tiba di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 5 November 2018. Sebanyak 17 kantong jenazah dibawa Basarnas dari perairan utara Karawang, lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Tim DVI Polri, Basarnas, dan Palang Merah Indonesia (PMI) mengidentifikasi kantong jenazah yang tiba di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 5 November 2018. Sebanyak 17 kantong jenazah dibawa Basarnas dari perairan utara Karawang, lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Tim Basarnas, KNKT dan BPPT kembali melakukan operasi pencarian korban Lion Air JT610 di hari ke 11, Kamis, 8 November 2018. Operasi hari ini akan dilakukan selama 2 hari ke depan.

    "Target operasi SAR tim Basarnas adalah melakukan penyapuan, baik di dasar laut maupun di permukaan untuk mencari korban (Lion Air JT 610)," ujar Kepala Basarnas Marsdya M Syaugi, Kamis 8 November 2018.

    Baca : Kisah Pencarian Black Box Lion Air, Sinyal Hilang Ketika Didekati

    Adapun pencarian black box bagian cockpit voice recorder (CVR) Lion Air ditugaskan kepada KNKT. Namun, antara Basarnas, KNKT, dan BPPT tetap bersinergi di lapangan, tetap solid, dan bahu membahu di lapangan.

    Syaugi mengatakan Basarnas sudah menyiapkan para penyelamnya jika KNKT dan BPPT nanti berhasil mendeteksi atau menemukan posisi black box CVR pesawat Lion Air yang jatuh tersebut. Sebelumnya, ping locator sempat mendeteksi sinyal bagian black box tersebut, namun lemah.

    Ditambahkannya, sumber sinyal itu belum dipastikan posisinya, sebab dasar laut terdapat lumpur yang kedalamannya lebih dari 1 meter. Pada sektor prioritas 1, Basarnas langsung melakukan penyelaman di titik-titik yang telah ditentukan.

    Adapun sektor prioritas 2, dilaksanakan penyapuan di area sekitar center point sampai garis pantai Tanjung Pakis, untuk mencari korban yang kemungkinan hanyut terbawa arus. Dalam operasi hari ke-11 ini, tim SAR mengerahkan Baruna Jaya I dari BPPT yang di dalamnya terdapat tim SAR KNKT.

    Suasana hari ke-10 evakuasi kecelakaan Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 di Posko Evakuasi Terpadu dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu 7 November 2018. RYAN DWI ANGGRIAWAN

    KN SAR Basudewa sebagai On Scene Coordinator, KN. SAR Sadewa sebagai SAR Unit (SRU), KN SAR Drupada sebagai SRU dan 2 unit Rubber Inflatable Boat (RIB), serta 40 personil penyelam dari Basarnas Special Group (BSG).

    Sebelumnya, Kabasarnas Syaugi telah memperpanjang 3 hari lagi proses pencarian korban Lion Air PK-LQP, dengan nomor penerbangan JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang. Perpanjangan waktu tersebut menurut Basarnas, untuk memastikan bahwa sudah tidak ada lagi korban yang harus dievakuasi, baik di dasar laut maupun di permukaan.

    Simak pula :
    Pabrik Vape Ekstasi Disetir Napi Rutan Cipinang, Ini Mekanismenya

    Tim SAR yang dikerahkan pun terbatas, hanya dari internal Basarnas dan tim dari KNKT yang punya kepentingan mencari dan menemukan CVR dengan mengerahkan Kapal Baruna Jaya I milik BPPT.

    Pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 rute Cengkareng - Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

    MIQDARULLAH BURHAN | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?