KPAI: Remaja Mabuk Pembalut Wanita Makin Mengkhawatirkan

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi air rebusan pembalut. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    Ilustrasi air rebusan pembalut. TEMPO/Nufus Nita Hidayati

    TEMPO.CO, Jakarta - Perilaku anak dan remaja di Jabodetabek yang meminum hasil rebusan pembalut wanita makin mengkhawatirkan. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Kesehatan dan Narkotika, Prsikotropika, Zat Adiktif (NAFZA), Sitty Hikmawatty mengatakan jumlah remaja mabuk pembalut wanita semakin banyak.

    Baca juga: Kalau Tahanan Kota Ditolak Lagi, Ratna Sarumpaet Mengaku...

    “Pada 2017 (remaja mabuk pembalut wanita) masih sedikit, namun saat ini kasusnya semakin banyak, sangat memprihatikan," kata Sitty kepada Tempo, Jum'at 9 November 2018. Namun, dia belum menyebitkan jumlahnya.

    Menurut Sitty, saat ini kasusnya sedang heboh, namun ini bukan kasus baru. "Sesuai data yang masuk di KPAI, kasus ini bukanlah kasus baru," ujar Sitty.

    Baca juga:

    Kantor Imigrasi Depok Deportasi Tukang Kebun Asal Australia

    Badan narkotika Nasional Daerah Jawa Barat merilis remaja dan pemuda di Jawa Barat, terutama di perbatasan Jawa Barat dengan DKI Jakarta banyak yang mabuk pembalut wanita.

    Modus penyalahgunaan bahan kimia paling bayak ditemukan diantaranya Bekasi, Bogor, Karawang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.