Penyerangan di Polsek Penjaringan, Satu Polisi Terluka

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaPenyerangan terhadap terhadap anggota polisi kembali terjadi. Seorang pria mendatangi Markas Polsek Penjaringan Jakarta Utara pada Jumat dini hari, 9 November 2018, dan menyerang petugas yang sedang piket menggunakan senjata tajam sambil berseru-seru, 'Allahu Akbar'.

    Baca juga:
    Polisi Diserang, Kapolsek Tangerang Alami Luka Parah

    Peristiwa penyerangan tersebut diketahui berdasarkan keterangan tertulis yang disebar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono Jumat pagi ini. Disebutkannya bahwa korban adalah Ajun Komisaris M.A. Irawan yang menderita luka di tangan kanan.

    Pada dini hari itu, kata Argo, korban sedang piket di Sentra Pelayanan Kepolisian. Penyerangan diawali dengan kedatangan pelaku yang mengendarai sepeda motor sekitar Pukul 01.35 WIB. Dia memarkir kendaraannya di luar gerbang lalu disapa oleh petugas SPK Brigadir Sihite.

    Tak disangka, pelaku langsung menyerang dengan menggunakan sebilah golok dan pisau babi. Sihite menghindar dan meminta bantuan rekannya yg sedang berjaga di SPK sambil dikejar pelaku. Saat itulah korban berusaha melawan pelaku yang terus menyerang dengan berteriak 'Allahu Akbar' beberapa kali.

    Baca juga:
    Tiga Polisi Dikeroyok Saat Gerebek Toko Obat di Bekasi

    Pelaku baru berhasil dilumpuhkan setelah ada anggota polisi lain yang menembakkan senjatanya. Mulanya penembakan dilakukan ke udara tapi pelaku tetap menyerang di ruang SPK tersebut, lalu senjata di arahkan ke pangkal lengan sehingga golok terpental. Pelaku kemudian berhasil diamankan.

    Menurut keterangan Argo, pelaku penyerangan langsung menjalani interogasi. Belum diketahui motif penyerangan hingga berita ini dibuat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.