Selasa, 13 November 2018

Polisi Hampir Tembak Jantung Rohandi, Pelaku Penyerangan Polsek

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rohandi, 31 tahun, pelaku penyerangan kantor Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, digodol ke Polres Jakarta Utara untuk diperiksa lebih lanjut pada Jumat, 9 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Rohandi, 31 tahun, pelaku penyerangan kantor Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, digodol ke Polres Jakarta Utara untuk diperiksa lebih lanjut pada Jumat, 9 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi sempat berniat menembak jantung Rohandi, 31 tahun, pelaku penyerangan Polsek Penjaringan. Kepala Polisi Sektor Penjaringan, Ajun Komisaris Besar Rachmat Sumekar mengatakan anggotanya telah membidik daerah dada pria itu, namun dibatalkan. 

    Baca: Penyerangan Polsek Penjaringan, Rohandi Diduga Ingin Bunuh Diri  

    "Sebenernya sama anggota mau dibidik jantungnya, cuma ada anggota di belakang takut kena, akhirnya tangannya saja," kata Rachmat di kantornya, Jumat, 9 November 2018.

    Pagi dini hari tadi sekitar pukul 01.35, Rohandi mendatangi markas Polsek Penjaringan menggunakan sepeda motor. Dia mengejar dan menyerang petugas polisi yang berjaga di sana sambil mengucapkan kalimat takbir.

    Seorang anggota polisi mengalami luka sabetan dari golok yang dibawa pelaku. Polisi sempat melepas tembakan peringatan sebelum menembak pangkal lengan pelaku. Tembakan itu membuat golok terpental dari genggaman Rohandi.

    Rachmat menerangkan, Rohandi datang ke Polsek Penjaringan dengan niat bunuh diri. Warga daerah Penjagaan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara itu disebut berharap ditembak mati.

    Rachmat berujar, Rohandi mengalami depresi. "Sering dimarahin kakaknya juga. Disuruh kerja nggak mau," ujar Rachmat.

    Baca: Densus 88 Pastikan Penyerangan Polsek Penjaringan Bukan Terorisme

    Dari pemeriksaan oleh anggota Detasemen Khusus atau Densus 88 Anti Teror, Rohandi dipastikan bukan teroris. Saat ini, pelaku masih ditahan di Polsek Penjaringan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?