Rabu, 21 November 2018

Tolak LGBT, Pengunjuk Rasa Kepung Kantor Wali Kota Bogor

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pertunjukan Panggung

    Ilustrasi Pertunjukan Panggung

    TEMPO.CO, Bogor - Ribuan umat muslim dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan di Kota Bogor menggelar unjuk rasa untuk menolak kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksial, dan transgender), Jumat 9 November 2018. Peserta aksi menuntut pemerintah Kota Bogor membuat peraturan daerah untuk melarang keberadaan kelompok tersebut.

    "Hingga saat ini di Kota Bogor atau kota lainya belum ada Pemda yang memiliki Perda untuk melarang LGBT," kata Ketua Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT Abdul Halim.

    Baca: DPR dan MUI Sepakat LGBT Dipidana dalam RKUHP

    Massa mengawali unjuk rasa dengan long march dari Jalan Raya Tajur menuju pusat Kota Bogor. Setelah salat Jumat, massa mengepung kantor Wali Kota Bogor di Jalan Ir H. Djuanda. Mereka menyampaikan aspirasi dengan berorasi.  

    Abdul Halim mengatakan, aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya kegiatan kelompok LGBT di Kota Bogor. "LGBT sangat menular dan berbahaya bagi generasi bangsa bahkan dapat menimbulkan penyakit berbahaya dan menular seperti HIV dan AIDS," kata dia.

    Menurut Abdul, kelompok LGBT semakin berani menampakkan diri karena berlindung di balik hak azasi manusia (HAM). "Masyarakat harus berperan aktif ikut menolak dan tidak memberi ruang agar mereka berkembang semakin luas," kata dia.


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.