Selasa, 13 November 2018

Rohandi Serang Polsek Penjaringan, Tetangga Nyaris Tak Percaya

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rohandi, 31 tahun, pelaku penyerangan kantor Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat, 9 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Rohandi, 31 tahun, pelaku penyerangan kantor Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat, 9 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Rohandi, pelaku penyerangan Polsek Penjaringan, ternyata dikenal baik oleh penduduk di lingkungan tempat tinggalnya di Kelurahan Penjagalan. "Kakaknya ketua RT di sini. Rohandi dulu juga gabung di Karang Taruna," ujar Aji Susetyo, 54 tahun, tetangga Rohandi, Jumat, 9 November 2018.

    Baca: Penyerangan Polsek Penjaringan, Rohandi Diduga Ingin Bunuh Diri  

    Aji nyaris tidak percaya ketika mendapat kabar Rohandi telah menyerang polisi dengan senjata tajam. Sebab selama ini Rohandi tak pernah membuat masalah. "Makanya kaget saya pas lihat rumahnya didatangin polisi," ujar Aji. 

    Tempo mengunjungi rumah Rohandi di Jalan Masda 1 Kelurahan Penjagalan Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Namun tak ada satu orang pun di rumah bercat hijau dan putih itu. Deretan baju yang dijemur di bagian depan terlihat belum sempat diangkat oleh penghuni rumah. "Kosong dari pagi tadi," ujar seorang tetangga yang tidak mau disebut namanya. 

    Kepala Polsek Penjaringan, Ajun Komisaris Besar Rachmat Sumekar, mengatakan sempat ada dugaan Rohandi bagian dari jaringan teroris. Karena itu polisi menurunkan Tim Densus 88. Sejauh ini dugaan itu belum bisa dibuktikan.

    Baca: Densus 88 Pastikan Penyerangan Polsek Penjaringan Bukan Terorisme

    Belakangan, polisi menduga Rohandi sedang diperesi karena putus cinta dan lama menjadi pengangguran. Dia nekat menyerang kantor Polsek Penjaringan agar ditembak mati oleh polisi. “Diduga dia ingin bunuh diri,” kata Rachmat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?