Tak Masuk Manifes, Keluarga Korban Lion Air Ini Sudah Bisa Lega

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban kecelakaan pesawat melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 6 November 2018. Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi kepada keluarga korban tentang lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Keluarga korban kecelakaan pesawat melakukan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 6 November 2018. Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi kepada keluarga korban tentang lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Bogor - Tim DVI RS Polri telah berhasil mengidentifikasi jasad Arif Yustian, 20 tahun, satu di antara penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang, 29 Oktober 2018. Identifikasi itu mengakhiri gejolak emosi orang tua Arif yang sempat menaruh harapan kalau anaknya masih hidup.

    Baca berita sebelumnya:
    Tak Masuk Manifes, Jasad Penumpang Lion Air Ini Teridentifikasi

    Ayah Arif, Sariyoso mengaku lega setelah sempat cemas berharap akan nasib anak sulungnya tersebut. Dia senang karena anaknya bisa dimakamkan secara layak.

    "Tapi sedih juga kehilangan anak yang selama ini membantu orang tua,” kata Sariyoso ketika ditemui di rumahnya di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jumat 9 November 2018.

    Arif merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Keempat adiknya masih berusia belia. Sariyoso mengatakan, selama ini Arif membantunya untuk membiayai keempat adiknya. “Bahkan dia sempat berjanji akan membelikan adik-adiknya sepeda,” kata Sariyoso.

    Baca:
    Korban Lion Air Tak Masuk Manifes Teridentifikasi, Asuransinya?

    Keluarga korban kecelakaan pesawat menaburkan bunga di lokasi jatuhnya Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 6 November 2018. Pesawat nahas ini membawa 181 penumpang dan 8 awak saat mengalami kecelakaan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kematian Arif memukul Sariyoso maupun istrinya. Ia mengatakan, pesan terakhir Arif sebelum berangkat ke Pangkal Pinang hanya berpamitan untuk bekerja. Arif seharusnya pulang ke rumah orang tuanya itu sebelum mendadak harus menggantikan seorang temannya yang batal berangkat.

    Setelah menerima kabar pesawat yang ditumpangi Arif mengalami kecelakaan di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Sariyoso sempat tidak percaya. “Apa benar itu pesawat Arif, saya nggak tahu dia terbang naik (pesawat) apa, tapi kalau dilihat dari rute dan jam penerbangan sama,” katanya.

    Baca:
    Keluarga Ini Bingung Korban Lion Air JT 610 Tak Masuk Manifes

    Kecemasan Sariyoso sempat terobati setelah nama Arif Yustian tidak terdaftar di data manifes penumpang yang secara resmi dikeluarkan oleh maskapai Lion Air. Dia sempat berharap anaknya batal berangkat atau ada alasan lain.

    Tapi belakangan Lion Air meralat dan memastikan Arif benar penumpang lewat data tiket. Kontak telepon dari RS Polri pun menutup harapan Sariyoso kalau anaknya masih hidup. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.