Transjakarta Koridor 13 Dikritik Anies Baswedan, Ada 2 Kesalahan

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan bus Transjakarta yang seluruh bodinya terdapat gambar mural karya anak-anak berkebutuhan khusus. Tema gambar adalah Ibuku Perempuan Tangguh di Balai Kota, Selasa, 24 April 2018. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan bus Transjakarta yang seluruh bodinya terdapat gambar mural karya anak-anak berkebutuhan khusus. Tema gambar adalah Ibuku Perempuan Tangguh di Balai Kota, Selasa, 24 April 2018. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta — Menjelang pengoperasian moda transportasi mass rapid transportation (MRT) pada Maret 2019, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali mengkritik pembangunan koridor 13 Transjakarta, yang ia sebut contoh sempurna moda transportasi tak terintegrasi. 

    Baca juga: Kata Anies Baswedan Soal Proyek Skema Rumah DP 0 Persen Jokowi

    Koridor 13 melayani rute Jalan Kapten Tendean (Mampang, Jakarta Selatan) hingga Ciledug (Tangerang Selatan) dan berada di atas jalan layang.

    Ada dua kesalahan penempatan halte dengan stasiun MRT dan Stasiun Kebayoran Lama (komuter).  Pertama, halte Koridor 13 terlalu jauh dengan Stasiun MRT yang berada di dekat kantor ASEAN di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan.

    "(Penumpang) koridor 13, mau pindah ke MRT, gimana coba nanti? Jauhnya luar biasa," ujar Anies Baswedan di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 November 2018.  

    "Stasiun MRT-nya di mana, lintasan Transjakartanya di mana. (Padahal) dua-duanya milik Pemprov DKI."

    Kesalahan kedua, adalah letak halte Koridor 13 yang terlalu jauh dari Stasiun Kebayoran.

    Kritik soal Koridor 13 ini pernah Anies Baswedan lontarkan saat menjajal kartu OK Otrip Desember 2017. Saat itu, ia menumpang kereta dari Stasiun Kebayoran menuju Stasiun Tanah Abang dan menyadari letak stasiunnya terlalu jauh dari halte Transjakarta Koridor 13.

    "Ini dapat membuat integrasi antarmoda transportasi menjadi sulit," kata Anies Baswedan saat itu. 

    Lebih lanjut, Anies Baswedan mengatakan seharusnya masing-masing moda transportasi di Jakarta tak memikirkan dirinya sendiri. Mereka, kata Anies Baswedan, harus duduk bersama ketika membahas perencanaan transportasi di Jakarta. 

    Anies Baswedan mengklaim telah melakukan hal itu, yakni dengan mempertemukan kepada semua pengelola transportasi di Jakarta. Ia menekankan semuanya harus berpikir sebagai satu-kesatuan sehingga warga Jakarta merasakan manfaat. 

    Simak juga: Anies Baswedan Tolak Hapus Koridor Satu Transjakarta Untuk MRT

    Salah satu cara agar semua moda transportasi di Jakarta dapat terintegrasi dengan baik, Anies Baswedan menuturkan akan segera melakukan perombakan rute angkutan. Dia menuturkan ke depannya semua kendaraan akan terhubung melalui Jak Lingko.

    "Stasiun MRT dan Koridor 13 itu satu contoh kasus perencanaan transportasi tak terintegrasi," kata Anies Baswedan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.