Minggu, 18 November 2018

Beda Pendapat di PKS Soal Uji Kelayakan Calon Wagub DKI

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno (kiri) menunjukkan surat pengunduran diri Sandiaga sebagai Wagub DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Sandiaga resmi mundur dari jabatan Wakil Gubernur DKI untuk menjadi calon wakil presiden, mendampingi calon presiden Prabowo Subianto dalam pilpres 2019. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno (kiri) menunjukkan surat pengunduran diri Sandiaga sebagai Wagub DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Sandiaga resmi mundur dari jabatan Wakil Gubernur DKI untuk menjadi calon wakil presiden, mendampingi calon presiden Prabowo Subianto dalam pilpres 2019. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengungkap pro dan kontra yang terjadi internal partai ihwal uji kelayakan dan kepantasan calon Wagub DKI Jakarta. Keperluan adanya uji ini muncul setelah Gerindra DKI sepakat pengganti Sandiaga Uno adalah kader PKS.

    Baca:
    Uji Kelayakan Cawagub DKI, Taufik Gerindra: Tes Pengetahuan Soal Jakarta

    Suhamin mengatakan telah meminta kader yang kontra tak berprasangka buruk atas mekanisme fit and proper test tersebut. "Kita husnuzan (berbaik sangka) saja, karena pak Taufik (Mohamad Taufik, Ketua Gerindra DKI) bilang itu mekanisme yang ada di Gerindra," kata Suhaimi saat dihubungi, Jumat 9 November 2018.

    Suhami menambahkan, Taufik telah memberitahu soal mekanisme yang ada di internal partainya tersebut dalam pertemuan keduanya Senin lalu. Menurut dia, PKS mengikuti kemauan Gerindra karena yakin uji tidak bermakna untuk menjegal. "Tapi karena memang begitu mekanismenya," kata dia.

    Perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta bertemu dengan pengurus DPD Gerindra DKI, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 5 November 2018. Kedua partai membahas calon wakil gubernur DKI Jakarta. TEMPO/Lani Diana

    Baca:
    Disepakati, Wagub DKI Pengganti Sandiaga Uno dari Kader PKS

    Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PKS, Triwisaksana, juga menyatakan heran dengan keputusan mengadakan fit and proper test calon wagub DKI. Sani, sapaannya, berpendapat uji hanya menumbuhkan persepsi calon wagub DKI tak siap dan pantas.

    Sebelumnya, PKS dan Gerindra sepakat membentuk badan penyelenggara fit and proper test untuk menyeleksi calon wagub DKI. Anggota penyeleksi dapat berasal dari kader kedua partai ataupun pakar. Masing-masing partai masih menggodok siapa yang akan diutus ikut tim seleksi calon wagub DKI.

    Baca: 

    Anies Baswedan Tegaskan Tak Intervensi Penentuan Wagub DKI

    Uji adalah satu dari kesepakatan selain menyerahkan kursi Wagub DKI kepada PKS. Ada pula kesepakatan untuk tidak lagi saling sindir seperti ketika Taufik masih menyatakan secara terbuka mengincar kursi Wagub DKI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.