Minggu, 18 November 2018

Tarik Ulur 3 Bulan Menuju Kesepakatan Calon Wagub DKI

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden 2019-2024 Sandiaga Uno pamitan pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mengantarkan surat pengunduran dirinya sebagai Wagub DKI Jakarta di Balai Kota, Jumat, 10 Agustus 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    Calon wakil presiden 2019-2024 Sandiaga Uno pamitan pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mengantarkan surat pengunduran dirinya sebagai Wagub DKI Jakarta di Balai Kota, Jumat, 10 Agustus 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Jalan belum juga lapang untuk seseorang menduduki kursi Wagub DKI Jakarta yang kosong sejak awal Agustus lalu. Saat itu Sandiaga Uno resmi mundur dan meninggalkan kursi itu untuk terlibat dalam Pilpres 2019 sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto.

    Baca:
    Uji Kelayakan Cawagub DKI, Taufik Gerindra: Tes Pengetahuan Soal Jakarta

    Kesepakatan memang telah dijalin antara PKS dan Gerindra DKI yang sebelumnya menyatakan secara terbuka sama-sama berhak atas kursi tersebut. Kesepakatan itu adalah memberikan kursi kepada kader PKS, sesuai isi kesepakatan awal usai PKS menyerahkan kursi cawapres kepada Gerindra.

    Tapi kesepakatan disertai syarat lain, yakni adanya uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon yang hendak diajukan PKS nanti, sebelum kemudian disodorkan kepada Gubernur Anies Baswedan. Uji ini yang belakangan dipermasalahkan di internal PKS.

    Berikut lika liku serta tarik ulur yang telah terjadi dalam pencarian pengganti Sandiaga Uno di DKI selama tiga bulan terakhir,


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.