Anies Sebut 12 Tahun Tak Ada Penambahan Pipa Air, Aetra Kaget

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pengelolaan air bersih Aetra, melakukan pemeriksaan terhadap pipa ilegal menggunakan, alat Tera meter. Tanjung Priok, Jakarta Utara, 19 Maret 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas pengelolaan air bersih Aetra, melakukan pemeriksaan terhadap pipa ilegal menggunakan, alat Tera meter. Tanjung Priok, Jakarta Utara, 19 Maret 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Operasional Moya Indonesia, induk usaha PT Aetra Air Jakarta, Joedi Herijanto mengklarifikasi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal penambahan pipa air bersih. Akhir pekan lalu, Anies melontarkan pernyataan bahwa tidak ada penambahan jaringan pipa air bersih di Jakarta selama 12 tahun terakhir.

    Baca: Rumah Kremasi Umat Hindu, Anies Ulang Janji Setahun Lalu

    Pernyataan tersebut diucapkan saat membuka Seminar dan Musyawarah Nasional Perencana 2018 di kawasan Pecenongan pada Jumat, 10 November 2018.

    Menanggapi hal itu, Direktur Operasional Moya Indonesia Joedi Herijanto mengatakan hal tersebut berbeda dengan kegiatan yang dilakukan operator air di Ibu Kota.

    "Kami kaget baca berita itu, sepertinya kok enggak ada kegiatan atau achievement yang dilakukan oleh Aetra," ujarnya ketika dikonfirmasi, Minggu 11 November 2018.

    Selama beroperasi di Jakarta, Aetra sudah membangun lebih dari 2.000 km pipa baru. Sejak mendapat konsesi pengelolaan air pada 1998, setidaknya ada 851 km pipa bocor yang telah diperbaiki.

    Joedi mengungkapkan penambahan jaringan pipa air bersih baru juga terlihat dari bertambahnya jumlah pelanggan. Jika awalnya pelanggan Aetra hanya 250.000 sekarang sudah ada 450.000.

    Rata-rata peningkatan jumlah konsumen yang meminta sambungan baru 12.000-15.000 pelanggan per tahun.

    "Bahkan pada 2015, jumlah konsumen baru melesat menjadi 21.000 sambungan," ujarnya.

    Mengikuti perkembangan yang ada, dia menilai ada misinformasi dari pihak operator ke PAM Jaya atau Pemprov DKI.

    Untuk itu, Aetra akan berdiskusi dengan pemerintah lebih lanjut terkait hal tersebut. Dengan adanya pelanggan baru otomatis Aetra akan membangun jaringan baru di sebagian wilayah Utara dan Timur Jakarta.

    "Kami justru berkomitmen penambahan baru setiap tahun 15ribu-17ribu pelanggan. Realisasi itu selalu tercapai," ujarnya.

    Sebelumnya, Anies Baswedan menyebut 12 tahun terakhir DKI Jakarta tidak pernah menambah pipa distribusi air. Hal itu yang menyebabkan hanya segelintir orang saja yang memiliki akses air bersih di Ibu Kota.

    Baca: Kontrak Masih Dikaji Anies, Aetra Kampanye Layanan Air Bersih

    Menurut Anies, ada 43 persen warga Jakarta belum bisa mengakses air bersih untuk keperluan sehari-hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.