Harapan Tipis, Keluarga Korban Lion Air: Walau Hanya Kelingking

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Tim DVI Polda Metro Jaya mengambil sampel dari serpihan serta barang milik korban Lion Air JT 610, yang akan dibawa ke RS Polri. ANTARA

    Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Tim DVI Polda Metro Jaya mengambil sampel dari serpihan serta barang milik korban Lion Air JT 610, yang akan dibawa ke RS Polri. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 masih menunggu di RS Polri untuk mengetahui hasil identifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI). Salah satunya Damsik, yang menunggu kabar proses identifikasi kerabatnya, Diah Damayanti, 43 tahun.

    Baca: Basarnas Stop Evakuasi Korban Lion Air, DVI Identifikasi 666 DNA

    Sepupu suaminya itu menjadi satu di antara 189 korban Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, 29 Oktober 2018. Diah merupakan penumpang dengan urutan 031 yang duduk di bangku seat 21F.

    "Kami sekeluarga berharap bisa cepat teridentifikasi," kata Damsik di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Ahad, 11 November 2018.

    Hingga hari ke-14 identifikasi korban, Tim DVI baru mengidentifikasi 79 penumpang pesawat jatuh tersebut. Menurut Damsik, keluarga akan sangat berat jika Diah tidak teridentifikasi.

    Sebab, keluarga sangat berharap jenazah PT Nindya Karya itu teridentifikasi dan dimakamkan sesuai keyakinan agamanya. "Kalau tidak ada kan kami bingung harus berbuat apa. Tapi kami tetap harus ikhlas."

    Keluarga masih melihat harapan Diah bisa teridentifikasi, meski kecil. Menurut dia, sejauh ini Tim DVI masih terus bekerja dengan maksimal untuk mengidentifikasi seluruh penumpang. "Harapan kami juga bangkit lagi."

    Ia menjelaskan keluarga telah menyerahkan seluruh dokumen yang diminta rumah sakit hingga tes darah dan rambut. Diah berangkat ke Pangkal Pinang untuk tugas kerja. "Saat itu tidak ada rencana nginep di Pangkap Pinang. Pulang pergi," ujarnya.

    Diah diantar suaminya pukul 04.00 subuh dari rumah dan sampai sekitar pukul 05.30. Suaminya, kata dia, saat itu tidak menunggu istrinya naik pesawat karena meninggalkan anaknya yang masih tertidur di rumah. "Anaknya mau sekolah. Jadi langsung pulang setelah antar istrinya," ucapnya.

    Damsik menuturkan seluruh keluarga dan kerabat sempat lemas mendengar Basarnas telah menghentikan pencarian korban. Namun, dari Tim DVI menjelaskan masih banyak bagian tubuh korban yang belum teridentifikasi.

    "Tapi lama-lama juga menambah kecil hati kami. Minta doanya saja," ujarnya. "Sekecil apapun jasadnya yang penting ada. Maaf, walau hanya kelingking yang penting ada."

    Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Komisaris Besar Hariyanto mengatakan hingga proses pencarian korban dihentikan oleh Basarnas pada Sabtu kemarin, RS Polri Kramatjati telah menerima 195 kantong jenazah.

    Baca: Ini 2 Potensi Jenazah Korban Lion Air JT 610 Tak Teridentifikasi

    Dari seluruh kantong jenazah korban Lion Air JT 610 tersebut terkumpul 666 bagian tubuh korban. "Seluruh bagian kami ambil sampel DNA-nya untuk proses identifikasi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.