Korban Lion Air Teridentifikasi Bertambah 3 Orang Lagi, Total 82

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengusung jenazah Dolar di rumah duka, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka-Belitung, Jumat, 9 November 2018. Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta - Pangkalpinang jatuh pada 29 Oktober 2018. ANTARA/Ananta Kala

    Warga mengusung jenazah Dolar di rumah duka, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka-Belitung, Jumat, 9 November 2018. Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta - Pangkalpinang jatuh pada 29 Oktober 2018. ANTARA/Ananta Kala

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Polri berhasil mengidentifikasi tiga lagi jenazah korban tragedi Lion Air JT 610, Senin 12 November 2018. Keberhasilan tersebut menjadikan total korban teridentifikasi 82 dari seluruh korban 189 orang.

    Baca:
    Harapan Tipis, Keluarga Korban Lion Air: Walau Hanya Kelingking

    "Hasil sidang rekonsiliasi pada Senin 12 November 2018 pukul 14.00 di Rumah Sakit Bhayangkara tingkat 1 RS Sukanto ada 3 penumpang yang dinyatakan teridentifikasi," kata Wakil Kepala RS Polri, Komisaris Besar Hariyanto.

    Ketiga jenazah tersebut seluruhnya laki-laki. Mereka atas nama Sandi Johan Ramadhan, 27 tahun; Deryl Fida Febrianto, berusia 22 tahun; dan Firmansyah Akbar, 42 tahun. Ketiganya berhasil diidentifikasi tim DVI seluruhnya melalui proses pemeriksaan DNA.

    Baca:
    Ini 2 Potensi Jenazah Korban Lion Air JT 610 Tak Teridentifikasi

    "Jadi hingga saat ini, penumpang yang telah teridentifikasi sebanyak 82 penumpang dengan rincian laki-laki 62 orang dan perempuan 20 orang," ujar Hariyanto.

    Keluarga menangis histeris saat jenazah Dolar tiba di posko crisis center Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka-Belitung, Jumat, 9 November 2018. Dolar merupakan salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. ANTARA/Ananta Kala

    Sebelumnya, Kepala Tim DVI Polri Komisaris Besar Lisda Cancer mengatakan seluruhnya ada 256 data antemortem yang telah diterima tim DVI. Data itu terdiri dari 213 yang diterima di RS Polri dan 43 dari Direktorat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Bangka Belitung.

    Baca:
    Pencarian Korban Lion Air Dihentikan, Black Box Diteruskan

    "Jumlah data antemortem yang terverifikasi adalah 189," kata Lisda sesuai dengan jumlah seluruh korban pesawat jatuh di Tanjung Karawang pada 29 Oktober lalu tersebut. Manifes sebenarnya hanya mencantumkan 188 orang tapi maskapai Lion Air memastikan satu penumpang tak masuk manifes.

    Dari 13 hari masa pencarian, ada ratusan bagian tubuh yang dikumpulkan dalam 195 kantong jenazah dari lokasi pesawat jatuh. Dari isi kantong-kantong jenazah itu tim DVI lalu mengekstrak 666 sampel DNA untuk dicocokkan di antaranya dengan data antemortem.

    RYAN DWIKY ANGGRIAWAN | ZW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Politik Dinasti dalam Partai Peserta Pemilihan Legislatif 2019

    Kehadiran politik dinasti mewarnai penyelenggaraan pemilihan legislatif 2019. Sejumlah istri, anak, hingga kerabat kepala daerah.