Polda Metro Bantah Kesehatan Ratna Sarumpaet Anjlok, Ini Buktinya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka hoax Ratna Sarumpaet diperiksa di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin, 22 Oktober 2018. Tempo/Adam Prireza

    Tersangka hoax Ratna Sarumpaet diperiksa di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin, 22 Oktober 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta -Polisi menyatakan kondisi kesehatan tersangka kabar bohong atau hoax Ratna Sarumpaet dalam keadaan sehat.

    Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, dokter dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan secara rutin mengecek kesehatan Ratna Sarumpaet.

    Baca :

    Dua Kali Ditolak, Ratna Sarumpaet Masih Berharap Tahanan Kota

    Pengacara: Nafsu Makan Ratna Sarumpaet Drop Sepekan Ini

    "Untuk saat ini kondisinya masih dalam keadaan normal. Misalnya beliau sakit pun kami siap," kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa, 13 November 2018.

    Argo juga mengatakan Direktur Tahanan dan Barang Bukti Ajun Komisaris Besar Barnabas S. Imam secara khusus rutin mengecek kegiatan Ratna Sarumpaet di dalam Rutan Polda Metro Jaya. Diketahui Ratna rajin membaca buku selama ditahan.

    "Kalau tidak sehat, tidak bisa membaca, toh?" tutur Argo. "Kalau soal depresi nanti ahli yang menyampaikan. Tapi dari dokter masih dinyatakan sehat."

    Pernyataan Argo membantah klaim dari pengacara Ratna, Insank Nasruddin, yang mengatakan kondisi kesehatan kliennya terus menurun selama di tahanan. Ia juga mengkhawatirkan gejala depresi wanita berusia 69 tahun itu memburuk.

    Kombes Argo Yuwono (Tengah) melakukan konferensi pers terkait berkas perkara Ratna Sarumpaet yang akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 8 November 2018. Jika dinyatakan lengkap, penyidik akan segera mengirimkan tersangka Ratna Sarumpaet beserta barang bukti kasusnya ke Kejaksaan Tinggi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Atas dasar itu, keluarga dan tim kuasa hukum Ratna Sarumpaet mengajukan permohonan pengalihan status tahanan kota hingga dua kali. Namun, polisi menolak keduanya dengan alasan subyektivitas penyidik.

    Simak juga :
    Dugaan Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Polda Metro Bentuk Tim Gabungan

    Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka pembuat dan penyebar hoax penganiayaan yang dialami dirinya di Bandung. Pengakuan sudah disampaikan setelah polisi mengungkap sejumlah kejanggalan, di antaranya ada transaksi yang dilakukan Ratna Sarumpaet untuk operasi bedah plastik di sebuah rumah sakit di Menteng, Jakarta Pusat.

    Hoax Ratna Sarumpaet tersebut lalu menyebar luas dan ikut memanaskan situasi politik menjelang Pilpres 2019.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ikan Rahasia Dari Amerika

    CIA atau Badan Intelijen Amerika Serikat membuat sebuah robot berbentuk Ikan lele.