Jokowi Ogah Bawa Tamu ke Tanah Abang, Anies: Siapa yang Datang?

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau pedestrian di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. TEMPO/Amston Probel TEMPO/Amston Probel

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau pedestrian di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. TEMPO/Amston Probel TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab kritik Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta Prasetio Edi Marsudi soal Presiden Joko Widodo atau Jokowi ogah bawa tamu luar negeri ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Baca juga: Politikus PDIP: Tanah Abang Kumuh, Jokowi Ogah Bawa Tamu ke Sana

    Menurut Prasetio, Jokowi enggan membawa tamu ke pasar terbesar se-Asia Tenggara itu karena kumuh. “Memang ada tamu (luar negeri) siapa yang datang? Tanyain tuh, kapan emang mau ngajak terus ga jadi?” ujar Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta Pusat, Selasa, 13 November 2018.

    Sebelumnya, Prasetio mengatakan Jokowi ogah datang ke Pasar Tanah Abang saat menghadiri rapat antara DPRD Komisi B dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan (KUKMP). Dalam rapat itu, Prasetio  meminta dinas tersebut memerhatikan kondisi Tanah Abang saat ini yang ia nilai kumuh.

    "Tanah Abang itu ikonnya Indonesia, Presiden Joko Widodo selalu bawa tamunya ke sana, tapi sekarang ga berani lagi karena kumuh sekali," ujar Prasetio kemarin.

    Baca juga: Kusut di Tanah Abang, Ketua DPRD Pilih Ini Ketimbang Skybridge

    Prasetio, yang juga politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), meminta Dinas KUKMP memerhatikan para pedagang yang berada di bawah skybridge Jati Baru Raya. Ia mempertanyakan nasib para pedagang tersebut saat jembatan layang multiguna itu berfungsi.

    Sebab, hingga saat ini ia belum menerima kabar terbaru mengenai pengisian pedagang di skybridge Tanah Abang dari Anies Baswedan. "Jangan sampai PKL-nya ke Jalan Sudirman - Thamrin. Bukannya saya mau mengusir orang lemah, tapi kasih tempat lah," ujar dia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.