Dikritik Ketua DPRD, Anies: Kebanyakan Kunker, Jadi Lupa Jakarta

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi Wagub DKI Jakarta Sandiaga Alahudin Uno bercengkrama setelah melakukan Coffe morning di rumah Ketua DPRD DKI Jakarta, Menteng, Jakarta, 6 November 2017. Diketahui hubungan anatara eksekutif dan legislatif sempat memanas saat membicarakan rapat paripurna istimewa untuk mendengarkan pidato politik Anies dan Sandi. Tempo/Ilham Fikri

    (ki-ka) Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi Wagub DKI Jakarta Sandiaga Alahudin Uno bercengkrama setelah melakukan Coffe morning di rumah Ketua DPRD DKI Jakarta, Menteng, Jakarta, 6 November 2017. Diketahui hubungan anatara eksekutif dan legislatif sempat memanas saat membicarakan rapat paripurna istimewa untuk mendengarkan pidato politik Anies dan Sandi. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gerah dengan sejumlah kritik yang dilontarkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi soal permasalahan di Jakarta akhir-akhir.

    Baca juga:Jokowi Ogah Bawa Tamu ke Tanah Abang, Anies: Siapa yang Datang?

    Menurut Anies Baswedan, Prasetio justru tidak mengerti persoalan, karena kurang ke lapangan. Sebaliknya, Anies Baswedan menilai hari-hari Prasetio saat ini lebih banyak digunakan untuk kunjungan kerja ke luar daerah.

    Dampaknya, kata Anies Baswedan, Prasetio tidak tahu kabar terkini di Ibu Kota. “Kebanyakan kunker, jadi lupa sama Jakarta. Malah nanti jadi anggota DPR Daerah tuh nanti,” ujar Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta Pusat, Selasa, 13 November 2018.

    Namun, Anies Baswedan tidak menyebutkan Prasetio kunjungan kerja ke daerah mana saja, termasuk waktunya.

    Prasetio mengatakan Jokowi ogah datang ke Pasar Tanah Abang saat menghadiri rapat antara DPRD Komisi B dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan (KUKMP), Selasa, 12 November 2018.

    Dalam rapat itu, Prasetio meminta dinas tersebut memerhatikan kondisi Tanah Abang saat ini yang ia nilai kumuh. "Tanah Abang itu ikonnya Indonesia, Presiden Joko Widodo selalu bawa tamunya ke sana, tapi sekarang ga berani lagi karena kumuh sekali," ujar Prasetio kemarin.

    Prasetio, yang juga politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), meminta Dinas KUKMP memerhatikan para pedagang yang berada di bawah skybridge Jati Baru Raya.

    Ia mempertanyakan nasib para pedagang tersebut saat jembatan layang multiguna itu berfungsi. Sebab, hingga saat ini ia belum menerima kabar kabar terbaru mengenai pengisian pedagang di skybridge Tanah Abang. 

    Baca juga: Politikus PDIP: Tanah Abang Kumuh, Jokowi Ogah Bawa Tamu ke Sana

    "Jangan sampai PKL-nya ke Jalan Sudirman - Thamrin. Bukannya saya mau mengusir orang lemah, tapi kasih tempat lah," ujar Prasetio. 

    Terhadap kritikan Prasetio soal Presiden Jokowi yang ogah bawa tamu luar negeri ke Pasar Tanah Abang, Anies Baswedan malah balik beranya. “Memang ada tamu (luar negeri) siapa yang datang? Tanyain tuh, kapan emang mau ngajak terus ga jadi?” ujar Anies Basweda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...