Tersisa Dua Krusial di Skybridge: Akses ke Stasiun dan Toilet

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang membuka lapak di bawah Sky Bridge Tanah Abang di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 28 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Pedagang membuka lapak di bawah Sky Bridge Tanah Abang di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 28 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan mengatakan pihaknya hanya perlu membangun dua hal agar jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat dapat digunakan.

    "Masalah sekarang ini memang belum ada akses langsung (dari stasiun Tanah Abang) ke skybridge, itu tinggal menunggu penyelesaian dari kami saja," ujar Yoory di Balai Kota Jakarta Pusat, Selasa, 13 November 2018.

    Baca : Ombudsman: Sumber Kisruh Skybridge Antara KAI dan DKI Pada Toilet, Solusinya?

    Di akses menuju Stasiun Tanah Abang itu, Yoory menjelaskan akan menyediakan petugas keamanan. Pembayaran upah petugas itu akan diambil dari biaya servis sebesar Rp500 ribu para pedagang skybridge. Penyediaan petugas keamanan, kata Yoory, sudah sesuai dengan yang diminta oleh PT KAI.

    Selain akses penghubung itu, hal lain yang belum dirampungkan adalah pembangunan toilet. Yoory menyebut PT KAI memang meminta Sarana Jaya untuk membangun toilet di skybridge. Sebab, fasilitas toilet Stasiun Tanah Abang tak tak boleh digunakan di luar penumpang kereta.

    “Secara teknis bisa kok, masih ada area di halte. Sementara ini (toilet) di halte, permanen,” kata Yoory.

    Sebelumnya, Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho menjelaskan ada lima polemik yang belum terselesaikan antara PT KAI dan PD Sarana Jaya terkait pembangunan skybridge.

    Kelima polemik itu antara lain arus (flow) penumpang, masalah aset, dan pintu penghubung dari Stasiun Tanah Abang menuju skybridge. Selanjutnya mengenai sarana dan prasarana pendukung yang tersedia di skybridge, serta soal pengamanan.

    Simak pula :
    Temuan Forensik RS Polri dalam Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

    Teguh mengatakan perlu ada pihak ketiga dalam polemik skybridge Tanah Abang. Sebab, permasalahan soal skybridge tak kunjung usai dan membuat proyek sebesar Rp35 miliar itu meleset dari target tiga kali. Sehingga, ia berencana mempertemukan Pemprov DKI dengan PT KAI pada Jumat depan.

    Soal polemik itu, Yoory membantah adanya masalah dengan PT KAI. Menurut dia, tak ada sengketa dalam pembangunan skybridge antara PD Sarana Jaya dengan PT KAI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.