Korban Lion Air Sulit Didentifikasi, Tim DVI: Kami Belum Menyerah

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Hasil tes DNA korban Lion Air membutuhkan waktu sekitar 4-8 hari dari saat sampel diterima di laboratorium. REUTERS/Beawiharta

    Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Hasil tes DNA korban Lion Air membutuhkan waktu sekitar 4-8 hari dari saat sampel diterima di laboratorium. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Disaster Victim Identification menemukan kesulitan untuk mengidentifikasi jenazah korban Lion Air JT 610. Alasannya, 20 persen bagian tubuh yang diterima tim sudah terkontaminasi garam dan tergedradasi karena pembusukan.

    Baca: Ini Dua Kendala Tim DVI Identifikasi Jasad Korban Lion Air JT 610

    "Jadi 20 persen sampel DNA postmortem yang kemarin sudah diambil tidak bisa digunakan karena terkontaminasi dan terdegradasi. Jadi kami ambil ulang," kata Kepala Laboratorium DNA Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Komisaris Besar Putut Cahyo Widodo, Rabu, 14 November 2018.

    Menurut Putut, jika satu cara teknik identifikasi DNA tidak berhasil maka bisa digunakan cara yang lainnya. Sebab ada 16 teknik identifikasi melalui sampel DNA yang bisa digunakan. "Jadi untuk mengidentifikasi seseorang melalui DNA  ada banyak cara," kata Putut. “Tapi kalau semua sudah dilakukan dan belum berhasil, baru kami angkat bendera putih (menyerah)."

    Baca: Identifikasi Korban Lion Air Tinggal Mengandalkan Sampel DNA

    Ketua Tim Disaster Victim Identification Komisaris Besar Lisda Cancer mengatakan saat ini tim hanya mengandalkan hasil tes DNA untuk mengidentifikasi korban Lion Air JT 610. Sedangkan teknik identifikasi melalui sidik jari dan gigi korban sudah tidak bisa dilakukan lagi sejak Sabtu lalu. "Proses identifikasi terus dilakukan. Tenggat waktu belum bisa kami tentukan sampai kapan," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.