Dikritik Anies Sering Kunker, Ketua DPRD: Saya Gak Tersinggung..

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi saat mengunjungi Kali Sentiong atau Kali Item di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu, 1 Agustus 2018. TEMPO/Adam Prireza

    Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi saat mengunjungi Kali Sentiong atau Kali Item di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu, 1 Agustus 2018. TEMPO/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan tak tersinggung dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut dirinya sering melakukan kunjungan kerja (kunker), sehingga tak tahu permasalahan di Ibukota.

    Menurut dia, Anies hanya bercanda. "Mungkin dia (Anies) becanda-becandain saya. Ya ga apa-apa lah. Saya gak merasa seperti itu," ujar Prasetio di Gedung DPRD Jakarta, Rabu, 14 November 2018.

    Baca :  Daftar Panjang Kritik Ketua DPRD DKI untuk Anies Baswedan

    Sebelumnya, Anies melontarkan pernyataan soal Prasetio yang sering melakukan kunjungan kerja. Akibat sering kunker, menurut Anies, Prasetio tak begitu memahami permasalahan Jakarta sehingga bisa mengatakan Pasar Tanah Abang saat ini kumuh, dan membuat Presiden Joko Widodo enggan membawa tamu mancanegara ke sana lagi.

    Soal pernyataan Jokowi enggan bawa tamu ke Tanah Abang, Prasetio mengaku mengatakan hal itu untuk menyentil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi DKI yang bertanggung jawab terhadap pengaturan pedagang kaki lima (PKL) di Jakarta.

    Dia berharap melalui kritik itu, Anies akan memberikan porsi lebih terhadap SKPD yang bertanggung jawab itu.

    "Saya mengkritisi itu, (biar) Pak Anies ayo turun ke bawah lihat. Apalagi Jakarta sangat kompleks. Ya (Anies) harus lebih tahu," kata dia.

    Prasetio mengatakan saat ini PKL liar kembali banyak muncul di trotoar Jakarta. Ia mencontohkan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, saban malam para pedagang kopi bersepeda yang ia sebut starling (Starbucks Keliling) mangkal di sana.

    Akibatnya, masyarakat ikut berkerumun dan menginjak-injak taman di Bundaran HI. Menurut Prasetio, hal itu terjadi karena tak ada SKPD yang memfasilitasi para PKL tersebut.

    Simak juga :
    12 Saksi Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Diperiksa, Pelaku Orang Dekat?

    Dia juga sanksi pembangunan jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang dapat menertibkan para pedagang di Jalan Jati Baru Raya, jika SKPD yang bertanggung jawab tak tegas terhadap PKL. Ia meminta Anies, sebagai Gubernur, memantau kinerja anak buahnya.

    "Gubernur Anies Baswedan itu adalah jabatan politik loh. Saya wajib menjaga dia, jangan sampai terjadi apa-apa," kata Prasetio mengungkapkan alasannya kerap mengkritik Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.